MAKASSAR, BKM — Perhimpunan Mahasiswa dan Alumni (Permadani) Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup) (PKLH) Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Seminar Nasional Pendidikan dan Lingkungan Hidup. Kegiatan yang berlangsung dua hari, Kamis dan Jumat (14-15/5) ini bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) PKLH PPs UNM.
Seminar nasional yang biasa dilakukan dengan tatap muka dan digelar di sebuah forum besar, beralih menjadi seminar daring (dalam jaringan) karena dampak pandemi covid-19. Topik yang dibahas; Aplikasi Kajian Multidisiplin Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Menuju Era 5.0.
Di hari pertama, narasumber dalam seminar ini yakni Prof Dr Ignasius Loyola Setiawan Purnama, yang membahas Permasalahan Sumber Daya Air di Indonesia. Dr Ir Darhamsyah dengan materi Eco-Life Based Education Toward 5.0.
Ketua Pelaksana Rusman Rasyid mengatakan, pandemi covid-19 yang tengah terjadi saat ini tak menyurutkan para peserta untuk ikut dalam seminar bertaraf nasional tersebut, meski dalam pelaksanaannya melalui daring.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta cukup bagus. Ini mungkin seminar nasional yang pertama kalinya digelar online,” ujarnya, Kamis (14/5).
Ketua Prodi PKLH PPs UNM Dr Nurlita Pertiwi, menyampaikan terima kasih atas partisipasi dari para peserta yang ikut dalam seminar tersebut, meski hanya melalui jejaring online. “Seminar kali ini sangat berbeda dengan seminar-seminar pada umumnya. Meski digelar secara online, tapi antusiasme dari peserta cukup bagus,” tuturnya.
Di sisi lain, Direktur PPs UNM Prof Hamsu Gani, mengapresiasi kinerja Prodi PKLH UNM atas terselenggaranya seminar nasional tersebut meski hanya melalui jaringan internet.
“Saya berterima kasih atas pelaksanaan seminar ini, meski terbatas akan jarak dan tatap muka langsung karena corona. Semoga ilmunya bisa diambil dan dimanfaatkan oleh para peserta,” tandasnya.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama UNM Prof Gufran Darma Dirawan, berharap dari seminar kali ini ada gagasan yang dilahirkan untuk mengatasi situasi saat ini.
“Kita berharap ke depan diskusi yang dilaksanakan bisa melahirkan gagasan yang dapat mengatasi masalah yang sedang kita hadapi saat ini,” tutupnya. (rls)
