MALILI, BKM — Derasnya aliran sungai Jalajja yang juga diakibatkan tingginya curah hujan terus menerus mengerus tebing sungai membuat dinding sungai runtuh dan membuat badan sungai bertambah lebar. Jika tidak segera diatasi, sisa menunggu waktu rumah penduduk yang berada disekitar aliran sungai tersebut dan jalan desa juga akan ambruk.
Bupati Luwu Timur, HMuhammad horiq Husler didampingi Kadis PU Syahrir, memantau kondisi rumah warga dan jalan disekitar sungai Jalajja Kecamatan Burau yang hampir ambruk akibat melebarnya badan sungai tersebut.
”Sudah parah ini, harus cepat diatasi ini pak kadis PU, untuk langkah awal kita lakukan normalisasi dulu baru kemudian diproteksi,” ujar Husler, Sabtu (16/5).
Ditepi sungai ada rumah warga yang jaraknya sudah sangat dekat dari bibir sungai, sekitar dua meter. Rumah pak Ilham Sadar. Pepohonan yang ditanaminya untuk penguat tanah ternyata sudah ambruk ke sungai.
Husler mengingatkan agar Ilham Sadar dan keluarga harus selalu waspada. Jika terjadi hujan lebat, sebaiknya mengungsi dulu karena kondisi rumah yang sudah dekat dari bibir sungai rawan ambruk.
“Kalau hujan lebat, sebaiknya mengungsi dulu pak. Kami upayakan akan segera melakukan normalisasi sungai ini,” jelasnya. (rls)
Dinding Sungai Jalajja Rawan Ambruk
