MAKASSAR, BKM — Masyarakat harus mempersiapkan dan membiasakan diri terhadap protokoler kesehatan dalam menghadapi pandemi covid-19.
Usai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar, menurut rencana, pemkot akan menerbitkan peraturan wali kota (perwali) terkait standar protokoler kesehatan selama berada di luar rumah.
Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Junus menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan Bagian Hukum untuk mengkaji dan menyusun draft perwali tersebut. Beleid baru itu akan diterapkan sebagai pengganti PSBB yang kemungkinan besar tidak akan diperpanjang lagi.
“Rencana membuat perwali setelah PSBB itu sudah dikaji Bagian Hukum untuk mempersiapkan aturan baru,” ungkap Yusran.
Dia mengemukakan, pada intinya perwali itu nantinya mengatur protokoler kesehatan, seperti aturan dan kewajiban mengenakan masker saat berada di luar rumah, jaga jarak sosial maupun physical distancing, dan langkah-langkah edukasi yang akan disampaikan ke masyarakat. “Kira-kira intinya penekanan protokol kesehatan,” terangnya.
Dia meminta masyarakat jangan memperdebatkan antara protokol kesehatan dengan kondisi atau aktifitas masyarakat yang sudah mulai ramai. “Tidak apa-apa ramai, yang penting konsisten mengikuti aturan dan standar protokoler kesehatan,” imbuhnya.
Dia memberi contoh, di luar negeri, seperti Jepang, aktifitas masyarakat tetap berjalan, namun mereka tidak mengabaikan protokoler kesehatan.
“Masak orang mau dikurung di rumah terus. Tahanko dikurung di rumahmu empat bulan tanpa ada aktifitas? Yang penting kalau keluar sadar jika ada pandemi hati-hati. Jangan gosok-gosok mata. Setiap ketemu tempat cuci tangan, sebaiknya cuci tangan,” tandasnya.
Pedagang Reaktif Rapid Test
Dari hasil rapid test massal yang dilaksanakan pada 18 pasar induk dan tradisional, ditemukan ada 204 orang dinyatakan reaktif covid-19. Selanjutnya mereka mengikuti program wisata covid di hotel.
“Di hari pertama rapid test massal itu sebanyak 21 yang reaktif, hari kedua 44 reaktif, hari ketiga 78 reaktif dan hari ke empat 61 reaktif. Jadi total 204 yang reaktif. Hari ini (kemarin) ada empat pasar induk yang dilakukan pemeriksaan, yakni pasar Butung, pasar Sawah, Pasar Niaga Daya dan Pasar Mandai. Diantara 1.914 pedagang yang diperiksa, ditemukan 61 pedagang yang reaktif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Naisyah Tun Azikin.
Selanjutnya, pihaknya kembali akan melakukan hal serupa pada enam kecamatan di Kota Makassar. Masing-masing Kecamatan Rappocini, Tamalate, Panakukkang, Manggala, Ujung Tanah dan Kepulauan Sangkarrang.
Menurutnya, untuk kecamatan pertama kali yang akan mengadakan rapid test adalah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Sebab salah satu pulau di dalamnya, yakni Kepulauan Kodingareng telah terdeteksi 10 orang positif dari hasil test swab.
“Ini urgent dan harus segera dilakukan agar virus tidak menyebar hingga satu pulau,” sambung Naisyah.
Untuk Kepulauan Kodingareng sendiri akan disediakan 2.000 alat tes cepat. “Kita lakukan secara bertahap. Di setiap kecamatan. Kita lihat tingkat urgentnya dulu. Itu yang kita dahulukan,” pungkasnya.
Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf yang memantau rapid test di Pasar Butung, Minggu (17/5), mengatakan bahwa langkah ini bagian dari upaya pemkot untuk mendeteksi keberadaan virus agar segera dilakukan isolasi.
“Kita sudah siapkan rumah sakit untuk perawatan, dokter, termasuk juga hotel untuk pasien yang tidak bergejala. Pekejaan rumah kita hanya menemukan yang career. Fakta yang kita temukan, jika ada saudara kita yang terpapar virus kemudian segera dirawat secara medis itu kecenderungannya cepat sembuh. Bahkan ada yang hanya tujuh hari sudah sembuh,” ujar Yusran.
Yusran juga memastikan akan memberikan reward kepada masyarakat yang secara sukarela melaporkan diri jika merasa memiliki gejalaa atau mengakui pernah melakukan kontak.
“Jika kemudian hasilnya reaktif dan bersedia mengikuti program wisata covid di hotel, itu kita berikan reward berupa jaminan untuk keluarganya berupa pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama masa isolasi,” lanjutnya.
Sementara dalam memimpin rapat evaluasi PSBB di ruang Sipakalebbi, Kantor Balaikota Makassar, kemarin, Yusran kembali mempertegas terkait rapid test pada enam kecamatan.
“Kita harus cepat menangani dan mendeteksi siapa-siapa saja yang positif agar tidak meluas dan cepat ditangani,” ujar Yusran. (rhm)
