PANGKEP, BKM — Sebuah tayangan perundungan seorang penjual jalangkote di Kabupaten Pangkep, viral di media sosial. Dalam tayangan itu memperlihatkan seorang lelaki yang ditaksir berusia puluhan tahun, telah memukuli seorang bocah belasan tahun yang kesehariannya bekerja sebagai penjual jalangkote.
Dalam tayangan itu memperlihatkan pemuda itu tidak saja memukuli bocah tersebut. Tapi juga mendorongnya ke sebuah sawah yang kering. Ironisnya, sejumlah pemuda yang juga terlihat dalam tayangan itu, tidak berusaha menolong bocah tersebut.
Dalam waktu singkat, tayangan itu langsung viral di media sosial. Begitu pula dengan aparat kepolisian di Kabupaten Pangkep, hanya dalam hitungan jam berhasil mencokok pelakunya. Dari pakaian yang dikenakan pelaku saat ditangkap petugas ada bertuliskan PLN. Sehingga sejumlah pihak menduga kalau pelaku adalah pegawai PLN UIW Sulselrabar. Namun hal ini dibantah pihak PLN UIW Sulselrabar. PLN memastikan pelaku perundungan atau bullying terhadap anak penjual kue di Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan yang tersebar di media sosial kemarin, bukanlah pegawai PLN. ”Sudah kami cek dan telusuri. Kami pastikan palaku perundungan tersebut bukanlah pegawai PLN,” tegas General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu. Ismail Deu menambahkan, dari penelusuran di unit terkait, pelaku merupakan tenaga kontrak/outsourcing dari perusahaan yang menjadi mitra dari PLN yang ditugaskan sebagai operator telekomunikasi layanan gangguan PLN ULP Maros, Sulawesi Selatan.Ismail juga menambahkan, kejadian kemarin tidak ada sangkut pautnya dengan tugasnya sebagai tenaga kontrak/outsourcing PLN. Itu murni urusan pribadi pelaku.”Kami sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian ini. Kami memastikan, PLN akan memberikan tindakan tegas kepada vendor yang mempekerjakan yang bersangkutan,” tegas Ismail.Dengan adanya kejadian ini, Ismail berharap, seluruh pegawai PLN dan mitra kerja PLN untuk selalu menjaga sikap dan perilaku baik di area kantor maupun di luar lingkungan masyarakat. Juga tetap bekerja secara maksimal untuk menjaga pasokan listrik di tengah pandemi Covid-19. (mir)
Ismail Deu: Pelaku Bukan Pegawai PLN
