PENERAPAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi covid-19 menyebabkan masjid-masjid ditutup dari aktivitas salat berjemaah. Di Makassar aturan tersebut diperpanjang hingga 22 Mei 2020. Ternyata dari PSBB itu, berdampak langsung terhadap penghidupan para marbot, atau penjaga dan pembersih masjid.
Laporan: JUNI SEWANG
Seperti halnya Djamaluddin. Ia adalah seorang marbot di Masjid Nurul Jihad Manggala. Djamaluddin sudah belasan tahun bekerja di masjid itu.
Kepada penulis ia mengatakan, bahwa ramadan tahun ini adalah yang paling berat baginya.
“Semua orang juga dapat musibah, yang kerja di PHK, semua diistirahatkan, semuanya berkurang penghasilannya. Otomatis di masjid juga begitu karena tidak ada jamaahnya,” ujar Djamaluddin.
Sebagai marbot, ayah dari empat anak itu diberi gaji Rp1 juta setiap bulan oleh pemerintah. Selebihnya, ia peroleh dari jamaah yang datang beribadah yang kerap memberinya ala kadarnya.
Sebelum wabah merebak, Djamal biasa menerima sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu setiap minggu di luar gaji pokok.Jumlah itu pun bisa bertambah pada masa ramadan.
“Tahun-tahun sebelumnya biasa ramai di sini, acara buka puasa ada, ada santunan-santunan. Orang yang lewat singgah salat, Sore acara buka bersama, orang ada di sini tiap maghrib,” tutur pria berusia 52 tahun itu.
Ia menceritakan bagaimana keramaian itu sebelumnya turut membawa berkah tambahan.
“Biasanya kan abis salat tarawih ada yang kasi ada yang jabati tangan. Alhamdulillah cukup untuk membeli makan sahur. Sekarang salat tarawih tidak dibolehkan. Sekarang tidak ada sama sekali,” tambahnya.
Bulan ramadan yang biasa membawa keceriaan kini berubah drastis bagi Djamal dan keluarganya.
“Biasanya semua sudah rapi. Anak-anak biasa adami pembeli baju barunya untuk lebaran. Sejak masuk masa corona, pembeli bahan kue saja susah. Ini tinggal enam malam terakhir belum siap sama sekali,” kata Djamal.
Walau demikian, Djamal merasa bersyukur masih bisa bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga.
“Alhamdullilah saja, kita bersukur saja dikasih ini yah kita bersyukur, mauki apa pale. Karena ada wabah corona ini, jadinya kita harus sabar, janganmi mengeluh mengeluh, hehehe,” canda Djamal.
Marbot adalah satu dari sekian banyak profesi yang terdampak oleh pandemi Covid-19. (*)
