MAKASSAR, BKM–Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam tetap berharap agar kualitas pendidikan untuk empat tahun kedepan bisa lebih baik di banding saat ini.
Bahkan menurut rektor dua periode ini, ia telah memiliki rancangan program selama empat tahun kedepan dirinya memimpin. Intinya, ia tidak ingin di periode ini, kualitas pendidikan UNM sama dengan periode pertamanya.
Dua sebelumnya, Prof Husain Syam resmi dilantik sebagai Rektor UNM, atau Senin (18/5). Pelantikan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Ainun Na’im.
Pelantikan ini dilakukan secara virtual, menggunakan video conference. Ainun Na’im melantik di Kantor Kemendikbud Jakarta, sementara Prof Husain dilantik di Menara Phinisi UNM.
Prof Husain menambahkan, tuntutan zaman yang berbeda, membuat UNM harus terus berbenah. Baginya tidak cukup yang dilakukan empat tahun kemarin. Ia ingin ada perubahan di dalamnya.
Selain itu, dikatakan Husain, UNM juga telah merespon kebijakan Mendikbud terkait Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.
“Kita merespon Kampus Merdeka, dimana itu kebijakan Mas Menteri Nadiem. Ada empat kebijakan yang harus kita terjemahkan bersama, dan UNM telah merespon empat hal itu,” ucapnya.
Pertama yaitu mengenai pembukaan program studi baru. UNM selama kepemimpinan Husain memang dinilai getol memperjuangkan munculnculnya berbagai prodi baru di UNM.
Kedua, akreditasi perguruan tinggi dan program studi. Selama kepemimpinannya di periode pertama. Husain diketahui memang berhasil membuat beberapa prodi memperoleh akreditasi. Bahkan jumlahnya berkali-kali lipat dibanding masa sebelum ia menjabat.
Ketiga, menjadikan UNM sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
Keempat mengenai hak belajar bagi mahasiswa untuk menempuh proses pembelajaran. Dimana subyek pembelajaran dijadikan lebih fleksibel di luar program studi.
Selain itu, Husain juga memaparkan soal cita-citanya untuk menjadikan UNM sebagai kampus yang berbasis digital.
Kedepan, pembelajaran melalui perangkat digital diinginkan Husain untuk dimaksimalkan. Apalagi hal tersebut dianggapnya bisa mendorong jiwa kewirahusahaan para mahasiswa. Sehingga bisa sesuai dengan salah satu visi Husain, yaitu menjadikan UNM sebagai kampus enterpreneur.
Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), Andi Fajar Asri yang turut hadir mengapresiasi program dari Husain. Ia hanya menambahkan bahwa untuk mewujudkan kampus digital, harus didukung oleh suprastruktur, bukan hanya infrastruktur.
Suprastruktur yang dimaksud adalah resource. Menurut Fajar, tidak akan mungkin UNM bisa wujudkannya, jika hanya dieksekusi oleh satu orang saja.(nug)
Husain Berharap Kualitas Pendidikan Makin Baik
