Site icon Berita Kota Makassar

Halal Bihalal Digelar Virtual, Ini Harapan Kaper BKKBN Sulsel

MAKASSAR, BKM — Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulsel Hj Andi Ritamariani Basharu menggelar halal bihalal. Kegiatan ini berlangsung di hari pertama masuk bekerja pascalebaran Idul Fitri, Selasa (26/5). Seluruh jajaran lingkup Perwakilan BKKBN Sulsel ikut dalam acara ini.

Namun ada yang berbeda dari pelaksanaan silaturahmi tahun ini. Jika halal bihalal didentik dengan bertemu langsung serta berjabat tangan, kali ini dilakukan secara virtual. Langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap imbauan pemerintah dalam penerapan physical distancing mencegah penularan covid-19.

”Seharusnya halal bihalal dilakukan dengan bertemu langsung secara fisik. Namun tahun ini kita lakukan secara virtual. Saya rasa ini tidak akan mengurangi makna dari halal bihalal itu sendiri,” ujar Andi Rita dalam sambutannya di Ruang Pola Kantor Perwakilan BKKBN Sulsel.

Melalui momentum halal bihalal ini, lanjut Andi Rita, ia mengajak untuk saling memaafkan kesalahan yang pernah ada. ”Kesalahan yang ada kita hapus dan mari kita memulai hari tang baru,” tuturnya.

Meski dalam situasi sulit pandemi covid-19, Andi Rita berharap agar setiap pegawai tetap melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab dengan tetap menjaga integritas.

“Integritas merupakan perwujudan dari Iman. Jika iman kita kuat maka kita akan bersikap jujur dan bersih dalam bekerja. Ini merupakan bagian dari integritas,” ungkap mantan Kaper BKKBN Sulbar ini.

Di akhir sambutannya, Andi Rita mewakili seluruh keluarga meminta maaf kepada seluruh jajarannya, jika selama memimpin BKKBN Sulsel ada ucapan atau perbuatan yang salah.

Dalam halal bihalal itu, ceramah dibawakan Ustas H Edi Bachtiar Salam. Ia menyampaikan bahwa pandemi saat ini mengajarkan banyak hal kepada umat manusia. Salah satunya, mendorong kita untuk semakin dekat dengan keluarga, yang selama ini disibukkan dengan pekerjaan.

”Dengan adanya wabah ini, mendorong kita untuk lebih benyak berkumpul bersama keluarga, beribadah dan berpuasa. Ini merupakan suatu kenikmatan yang patut kita syukuri,” kata Ustas Edi.

Lebih lanjut, Ustas Edi menyampaikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini merupakan kehendak Allah Swt. Pasti ada hikmah di baliknya. Karena itu, kita dituntut untuk berprasangka baik terhadap musibah yang terjadi, dengan tetap bertawakkal kepada Sang Maha Pencipta.

Ustas Edi menambahkan, bulan puasa melatih kita untuk berbuat jujur. “Wabah covid-19 yang melanda saat ini mendorong kita bekerja dari rumah. Meski kita bekerja dari rumah tanpa pantauan pimpinan, karena kita jujur kita tetap bekerja. Karena kita yakin Allah yang memantau kita,” tandasnya. (rls)

Exit mobile version