MAKASSAR, BKM — Penularan virus corona pada anak-anak di Kota Makassar tergolong cukup tinggi. Ini membuat orangtua harus senantiasa waspada.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar Andi Tenri Pallalo, menyebut ada 1.000 lebih kasus yang terkonfirmasi covid-19 yang dialami anak-anak secara nasional. Khusus di Kota Makassar, tercatat 46 kasus berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan hingga 21 Mei lalu.
Tenri menjelaskan, kasus konfirmasi anak yang meninggal dunia karena covid-19, sejauh ini belum ada. Adapun yang sembuh sebanyak dua orang. Tujuh orang lainnya sementara dalam perawatan di rumah sakit. Selebihnya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Tenri belum bisa memastikan mengapa anak-anak bisa terpapar covid-19. Namun dia mengingatkan, fakta ini membuktikan bahwa anak-anak bisa terpapar virus corona. Sebelumnya banyak kalangan memperkirakan mereka tidak akan terinfeksi karena kekebalan tubuh serta imunitasnya masih baik.
“Ini data dari Dinas Kesehatan yang menyebutkan anak itu ada 46 yang terkonfirmasi covid-19. Sejauh ini belum ada yang meninggal,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah T Azikin, mengatakan ada perbedaan penanganan pasien covid-19 khusus anak. Mereka ditangani oleh dokter spesialis anak. Jika dirawat di rumah sakit akan dipisahkan ruangannya dari pasien dewasa.
Data tak Diperbarui
Posko tanggap darurat covid-19 di Kota Makassar yang lokasinya berada Jalan Nikel, ternyata tidak aktif melakukan pembaruan data penanganan kasus covid-19. Akibatnya, informasi serta data terbaru tak tersedia di tempat ini.
Hal ini tak ditampik juru bicara (jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar Ismali Hajiali. Saat ditanya mengenai update terbaru tentang data pasien positif corona, dirinya tidak dapat menyebutkan. Khususnya terkait dengan jumlah perawat, dokter serta tim medis yang terpapar covid-19.
“Tidak ada datanya mengenai perawat, dokter maupun tim medis yang terpapar covid-19. Saya tidak tahu itu datanya. Coba cek langsung ke Kepala Dinas Kesehatan Makassar atau ke rumah sakitnya masing-masing,” ujar Ismail, Rabu (3/6).
Padahal, sejak wabah covid-19 berlangsung di Makassar, ada sejumlah dokter dan paramedis yang diketahui positif covid-19. Seperti di RSUD Daya dengan lima orang dokter dan tiga perawat yang terpapar corona. (rhm-arf)
