MAKASAR, BKM — Saat ini, ada dua persoalan serius yang dihadapi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar. Yakni masalah kebocoran air dan rehablitasi pipa di kawasan timur kota.
Hal ini terungkap saat Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamzah Hamsah memaparkan persentasenya dihadapan Pj Wali Kota, Yusran Jusuf, Kamis (4/6).
Hamzah menambahkan, setiap tahun, dalam audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), persoalan utama yang selalu mencuat berulang-ulang adalah rekomendasi untuk meminimalisir kebocoran air.
“Ini adalah prioritas program utama kami untuk membenahinya di periode ini,” katanya.
Persoalan yang kedua, menurut Hamzah adalah program rehabilitasi jaringan pipa di kawasan timur kota. Namun menurut Hamzah kendala yang dihadapi pihaknya untuk merealisasikan rehabilitasi pipa belum mendapatkan izin dari Dinas Pekerjaan Umum.
“Saat ini kami terkendala izin dari Balai Jalan PU karena persoalan izin kami belum mendapat respon dari pihak balai jalan, jika rehabilitasi pipa tidak dilakukan, hasil dari audit BPK PDAM kehilangan 700 juta menurut hitungan BPK,” terangnya.
Untuk itu, Hamzah berharap dukungan dan bantuan Pj Wali Kota Makassar untuk membantu mendapatkan rekomendasi izin melalui Pemerintah Kota Makassar.
‘Realisasikan rehabilitasi pipa baru PDAM telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi pipa tersebut. Anggaran dan persiapan pekerjaan sudah kami persiapkan, tinggal dari PU Kota Makassar,” terangnya.
Menyikapi hal itu, PJ Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf tetap berharap Perumda Air Minum ke depan harus lebih meningkatkan mutu layanan ke pelanggan. Pemerintah Kota Makassar terus mendorong Perumda Air Minum untuk meningkatkan kualitas layanannya.
“Alhamdulillah semua program perumda sudah berjalan dengan terencana termasuk mengembangkan jaringan pipa baru, dengan melakukan langkah langkah yang strategis dengan membenahi persoalan pipa lama, meteran dan mencari mitra untuk meningkatkan layanannya,” terang Yusran. (rhm)
