LUWU, BKM — Bupati Luwu Basmin Mattayang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap banjir susulan. Dalam beberapa hari terakhir dengan intesitas hujan tinggi sedikitnya 50 rumah terendam banjir.
Basmin didampingi Sekdis BPBD Aminuddin Alwi dan sejumlah OPD terkait memantau kondisi warga terdmpak bencana banjir yang terjadi di empat kecamatan. Basmin keliling menyapa korban hingga malam hari.
“Saya baru pulang dari lokasi, sampai saat ini kondisi masih memprihatinkan,” ujar Basmin saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6) malam.
Basmin mengatakan, ketinggian air masih cukup tinggi dan belum ada tanda-tanda akan surut. “Debit air masih tinggi dan hujan juga masih turun,” katanya.
Ia mengaku sudah memerintahkan BPBD mendirikan posko menampung warga yang mengungsi. Basmin menurunkan perahu karet guna mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
“Kita sudah buat posko, tapi sebagian besar masih bertahan di rumahnya atau pergi ke rumah keluarga,” katanya.
Sesuai data lapangan sementara ada 50 desa dari empat kecamatan terendam banjir. “Jika curah hujan masih berlangsung ada kemungkinan ada banjir susulan. Saya bersama Polres Luwu dan TNI, BPBD Luwu membangun posko siaga bencana untuk melakukan antisipasi dini terkait banjir susulan,” jelasnya.
Pemkab Luwu tetap mengacu pada protap New Normal covid-19 terkait penanganan musibah banjir yang melanda Luwu
“Imbauan saya kepada aparat, TNI/Polri maupun elemen masyarakat Luwu untuk tidak berkumpul tetap memakai masker sesuai aturan,”tandasnya.
Kepada wartawan Basmin mengatakan Pemkab telah mengutus Bachrianto Bahtiar untuk melakukan kajian ilmiah pascabanjir bandang di Kabupaten Luwu sebagai dasar bagi Pemkab untuk mengambil tindakan penanganan banjir yang tepat.
“Pak Bachrianto seorang mantan Dosen Unhas,tentu ilmu yang dimiliki sangat mendukung melakukan kajian pascabanjir Luwu,” papar Basmin, Sabtu (6/6).
Dikonfirmasi, Minggu (7/6) mantan Dosen Unhas Unhas ini membenarkan terkait dirinya di libatkan melakukan kajian ilmiah pasca banjir bandang Luwu. (wan/C)
Bupati Imbau Warga Waspada
