Site icon Berita Kota Makassar

Jembatan Terputus, 2.000 Warga Terisolir

SIDRAP, BKM — Intensitas curah hujan di Kabupaten Sidrap dan daerah tetangganya dalam beberapa hari terakhir yang cukup tinggi mengakibatkan banjir melanda tiga desa di daerah tersebut. Sedikitnya dua ribu penduduk khawatir rumahnya hanyut diterjang banjir kini terisolir.

Kondisi terakhir sejak diguyur hujan dalam tiga hari terakhir air mulai menggenangi pemukiman warga. Kondisi air meninggi hingga dada orang dewasa sejak Sabtu (6/6) sore. Bahkan, tiga desa di wilayah di timur Kabupaten Sidrap sudah tergenang. Ada juga akses fasilitas jembatan penyeberangan ambruk dan terbawa hanyut air bah. Kini, warga tiga desa di kecamatan Pitu Riase tak bisa berbuat banyak. Air semakin meninggi, sejumlah fasilitas pun mulai rusak dan mengurung aktifitas warga di tiga desa bertetangga itu yakni Desa Belawae, Dengeng-dengeng dan Buntubuangin.
Kondisinya mengkhawatirkan, hampir semua sungai di desa itu meluap tajam. Air sudah naik di permukiman penduduk.
Bahkan sudah hampir mencapai lantai rumah panggung milik warga setempat. Salah satu desa dilokasi banjir sudah merasakan terisolir yakni Dusun Lupa Belawae. Seratusan penduduk disana terkepung banjir dan akses jembatan menghubungkan ke Desa induk Belawae ke dusun Tolopa terputus total, sejak Sabtu sore.
Kades Buntubuangin Muh Ramli mengatakan sebuah jembatan gantung yang menghubungkan desa induk Belawae dengan warga desa Tolopa terisolir.
“Dusun itu juga satu-satunya yang menghubungkan ke Kabupaten Wajo. Aksesnya terputus total karena jembatan jembatan itu ambruk dan hanyut terbawa arus banjir,” ungkap Ramli lewat ponsel kemarin.
Kepala BPBD Sidrap H Siara Barang, Minggu (6/6) mengatakan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sudah turun ke lapangan.
Pihaknya sudah menurunkan personel dan alat perlengkapan yang dibutuhkan mengevakuasi warga jika sudah darurat.
(ady/C)

Exit mobile version