MAROS, BKM — Tindak kejahatan pencurian pasca-kasus Covid-19 yang melanda negeri ini terus meningkat. Kabel listrik milik PT PLN (Persero) Kabupaten Maros yang terbentang rapi dan bertegangan tinggi di tepi jalan poros, sudah 20 disatroni pencuri disiang bolong.
Ratusan meter kabel optik yang terpasang di trafo milik PLN berhasil dibawa kabur pelaku. Akibatnya, PT PLN (Persero) Cabang Maros mengalami kerugian puluhan juta rupiah .
Manajer PT PLN (Persero) Cabang Maros, Ahmad Amir Syarif kepada wartawan, mengatakan, ada 865 unit trafo yang beroperasi di wilayah Maros. Sementara personel atau petugas lapangan PLN sangat terbatas.
Sehingga mereka tidak bisa menjangkau mengawasi trafo PLN yang ada di wilayah Maros. Untuk itu, dibutuhkan bantuan dan partisipasi masyarakat untuk mengawasinya.
”Anggota kami sangat terbatas memantau seluruh trafo yang beroperasi di wilayah Maros. sehingga kami sangat membutuhkan bantuan masyarakat untuk menjaga aset PLN tersebut,” ujar Ahmad.
Disebutkan Syarifuddin, aksi pencurian kabel yang terjadi pada bulan April 2020 ini sebanyak 20 kali. Kejadian ini baru diketahui setelah ada laporan dari pelanggan PLN yang mengeluh karena aliran listriknya padam.
Dari dasar aduan itu, petugas PLN khusus yang menangani gangguan listrik langsung ke lokasi untuk memeriksa penyebab aliran listrik padam. Ternyata setelah dicek, kabel listrik yang terbentang di atas tiang telah disatroni pencuri.
”Kabel yang terpasang di trafo gardu PLN dipotong para pelaku baru kabur hingga pelanggan resah karena aliran listriknya terputus,” ujar Ahmad.
Ditambahkan Ahmad, wilayah yang menjadi incaran para pelaku adalah wilayah dekat kompleks Zipur Moncongloe, kabel optik di gardu trafo di Dusun Tammu-tammu, Desa Moncongloe Bulu, Kec Moncongloe, kabel optik di Perum BSS Moncongloe, kabel optik di Dusun Biringje’ne, Desa Moncongloe Induk, kabel optik di Pesantren Kandeapi poros Karingo, kabel optik Perum Puri Carangki, serta kabel optik Perum Nur Azila Bulu-bulu Patontongan.
”Selama bulan April sudah 20 kali terjadi pencurian kabel optik milik PLN Maros,” sebut Ahmad Amir.
Dikatakan Ahmad, kasus pencurian kabel optik milik PLN Maros sudah sangat meresahkan para pelanggan. Karena pelaku lebih awal memutus aliran di trafo PLN hingga aliran listrik ke rumah pelanggan terputus dan otomatis pelanggan sangat dirugikan.
Sementara warga atau pelanggan menggagap bahwa ada perbaikan aliran listrik. Bahkan, warga melihat pelaku membuka trafo milik PLN dan warga menggap itu adalah petugas PLN. Padahal, itu bukan petugas PLN tapi pencuri kabel PLN.
”Masyarakat harus jeli melihat ini petugas PLN atau bukan. Jika kendaraan yang digunakan tidak berlogo PLN, maka kami beharap partisipasinya menanyakan ke orang tersebut surat tugas atau identitasnya dari PLN Maros,” harap Ahmad Amir Syarif. (ari/mir/c)
Sebulan, PLN Maros 20 Kali Kecurian Kabel Optik
