Site icon Berita Kota Makassar

Berkah Petani Bawang Dimasa Covid-19

ENREKANG, BKM — Para petani bawang di Enrekang meraih berkah tersendiri ditengah wabah Covid-19 yang melanda.
Salah seorang petani di Kecamtan Anggeraja-Enrekang, Henra mengatakan selama masa pendemi, harga jual bawang merah naik dua kali lipat dari harga sebelumnya.
“Sebelum covid-19, harga bawang merah Rp 15.000 – Rp 20.000 per kg. Tapi beberapa bulan terahir harga jual bawang merah menembus Rp 45.000 per kilogram,” ujar Henra kemarin.
Menurutnya, dari kenaikan harga bawang selama masa pandemi covid-19 ini, ada salah seorang petani bawang merah (rekanya) di daerahnya mendapatkan omzet hingga puluhan miliar sekali panen dengan beberap lahan pertanianya.
“Ada teman yang tembus sampai puluhan miliar dia dapatkan hasil jual bawang merahnya,” ujurnya.
Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Enrekang, Ida membenarkan jika harga komoditi bawang naik dua kali lipat mencapai Rp 45.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi karena kurangnya pasokan yang didatangkan dari luar provinsi seperti Bima, Brebes dan penghasil bawang merah lainya di Indonesia.
“Kenaikan harga bawang merah dipengaruhi kurangnya pasokan dari daerah lain yang masuk ke Sulsel,” ujar Ida, Jumat (5/6).
Pihaknya mempredikasi harga bawang merah di daerahnya kan terus melonjak jika virus ini tetap berkelanjutan.
“Kalau virus ini masih lama diprediksi harga bawang merah akan tembus sampai Rp 80.000 per kilogram.
“Beber Ida sembari mengatakan bawang merah juga bisa sebagai obat mencegah penyakit virus corona. (her/C)

Exit mobile version