Site icon Berita Kota Makassar

Empat BUMN Keciprat Dana PMN

JAKARTA, BKM — Tahun 2020, empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mendapatkan suntikan penyertaan modal negara (PMN). Anggarannya berasal dari dana Rp152,15 triliun yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020.
Dana itu diberikan dalam rangka melaksanakan pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang terimbas pandemi virus Corona atau Covid-19. Keempat BUMN yang mendapat kucuran PMN, yaitu PT Hutama Karya, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menegaskan, pemilihan keempat BUMN itu sudah melalui seleksi yang cukup ketat. ”Untuk mengajukan saja, kami sudah sangat selektif. Empat PMN tahun ini yang kami ajukan semua punya alasan. Kalau tidak diberikan yang akan terdampak ekonomi. Jadi dari tahap awal pun kami sudah menyeleksi siapa penerima PMN,” katanya.
Arya menegaskan, keempat BUMN itu membutuhkan PMN juga tujuannya untuk kepentingan masyarakat luas. Misalnya Hutama Karya yang fokus membangun jalan tol di Sumatera.
”Kita bangun jalan tol. Setelah Corona, logistik itu sangat penting. Karena penerbangan pesawat lebih mahal. Dengan Corona ini, kapal juga mahal. Logistik kita di pesawat komersil. Jalan tol adalah salah satu solusi untuk logistik. Makanya, jalan tol Sumatera ini kita kebut,” terangnya.
Arya menambahkan, untuk tahap awal dilakukan pemilihan mana BUMN yang layak untuk menerima PMN. ”Itu akan kita seleksi dengan ketat. Apakah ini akan digunakan untuk modal kerja, apakah untuk kepentingan publik atau kepentingan bisnis perusahaan, atau kah untuk mempertahankan market, atau apakah untuk berhubungan dengan bisnis,” tegasnya.
Setelah melihat dari sisi tujuan BUMN menggunakan PMN, Kementerian BUMN juga menilai dari sisi cash flow perusahaan. Sekadar informasi, PMN tahun 2020 yang diberikan kepada perusahaan pelat merah sebesar Rp25,27 triliun.
Penyertaan modal itu diberikan kepada empat BUMN. Pertama PT Hutama Karya yang mendapatkan tambahan PMN Rp7,5 triliun dari sebelumnya Rp3,5 triliun. Sehingga total Rp 11 triliun.
Kedua, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia mendapat PMN sebesar Rp6 triliun untuk program penjaminan kredit modal kerja darurat. Ketiga, PT Permodalan Nasional Madani akan mendapat tambahan PMN dari Rp1 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Tujuannya untuk penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi) dan kredit mekaar dengan pinjaman di bawah Rp 10 juta.
Keempat, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation mendapatkan dukungan PMN sebesar Rp500 miliar untuk pengembangan Mandalika. (int)

Exit mobile version