BARRU, BKM — Bupati Barru Suardi Saleh mengingatkan agar warga menerapkan protokol kesehatan. Meski penyebaran corona terus dikendalikan bukan berarti Barru sudah benar-benar aman.
Menurut Suardi hingga kini, Barru termasuk daerah yang cepat mengantisipasi penyebaran corona. Angka kesembuhan yang dicatatkan dari yang terjangkit mendekati 100 persen. Sejauh ini, belum ditemukan ada korban meninggal di Barru akibat wabah tersebut.
Sementara itu seorang mahasiswa asal Barru gagal berangkat ke ke Jawa Barat lantaran terkonfirmasi positif covid-19. Dia dinyatakan positif, Selasa (9/6). Setelah melakukan pemeriksaan swab secara mandiri untuk kepentingan syarat berangkat ke pulau Jawa.
Kini sang mahasiswa mendapat penanganan dari Tim Gugus Covid-19 Barru sejak Selasa dan menjalani proses karantina di Makassar, meski kondisi fisiknya tetap bugar.
Keluarga dekat yang pernah bersentuhan dengan warga tersebut, sudah di rapid test oleh TGTPP Barru. Tapi hasilnya, non reaktif.
“Pasca mengetahui ada yang dinyatakan positif sesuai hasil swab, kita langsung mengantisipasi. Seperti melacak keluarga dan kerabat yang pernah bersentuhan dengannya. Alhamdulillah, hasil rapid test yang kita lakukan untuk orang tuanya itu tidak reaktif,” kata Sekretaris Daerah Barru, Abustan di Media Center TGTPP, Rabu (10/6).
Khusus kedua orang tua pemuda itu, lanjut Sekretaris TGTPP menyatakan tetap harus melakukan isolasi mandiri meski di rapid test tidak reaktif. Hal ini sangat penting untuk mencegah penularan.
Pihaknya berharap, pasca-mendapat penanganan dari TGTPP, warga ini bisa secepatnya pulih dan terbebas dari Covid-19. Apalagi kondisinya hingga saat ini, seperti tak ada gejala sedang terjangkit virus yang menyerang ratusan negara tersebut.
“Adanya penambahan kasus baru ini, maka tercatat ada dua positif corona di Barru. Satu masih di karantina di Makassar sebelum dipulangkan jika swab ketiganya kembali dinyatakan negatif atau tidak lagi terpapar,” terangnya. (udi/C)
Suardi Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan
