JENEPONTO, BKM — Hujan deras disertai tanah Longsor mengguyur wilayah perkampungan di Kabupaten Jeneponto. Akibatnya, warga Dusun Bontoloe dan Dusun Papaloe Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, provinsi Sulawesi Selatan, berduka.
Musibah yang terjadi pada Jumat (12/6) ini mengakibatkan 5 rumah tertimbun material longsor dari lereng gunung, dan hanyut dibawa air bah. Bukan itu saja, sebuah mobil Avanza terseret banjir, dan satu orang meninggal terseret air.
Kerusakan lain dari pasca-banjir dan longsor adalah jalan negara sepanjang 50 meter, satu jembatan rusak, dan sedikitnya 100 hektare sawah serta kebun mengalami kerusakan berat .
Demikian disampaikan Camat Rumbia, Abd Rajab Lau, saat ditemui di rumahnya, Minggu (14/6). Abd Rajab Lau mengatakan, kejadian yang tak terduga ini mengakibatkan banyak kerusakan.
”Seperti jembatan beton Paloe rusak dan di Desa Rumbia dan Kampung Tokka terdapat 5 rumah milik warga tertimbun longsor, 1 rumah hanyut, 2 rumah rusak parah, 1 orang meninggal dunia, dan 2 orang belum ditemukan serta 4 orang mengalami luka-luka,” jelas Abd Rajab Lau.
Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Sosial Jeneponto, Muh Ridwan, mengatakan, musibah naas ini, pihaknya bersama Tagana Jeneponto terus melakukan pemantauan dan mencari tahu seberapa banyak korban jiwa maupun material longsor akibat banjir ini.
”Hari ini kami buka dapur umum untuk warga pengungsi dan petugas dari Bazarnas, BPBD, TNI-Polri dan Tagana yang saat ini sedang melakukan upaya pencarian korban hilang,” ungkapnya.
Lanjut dikatakan, pihaknya juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait bencana alam ini agar sesegera mungkin memberikan bantuan pemulihan kepada masyarakat yang tertimpa musibah. (krk/mir/b)
Banjir Jeneponto, Sisakan Duka Bagi Warga
