Site icon Berita Kota Makassar

Deng Ical Bakal Fokus, Danny Incaran Parpol

MAKASSAR, BKM–Tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar 2020 yang semakin dekat mengharuskan Bakal Calon Wali Kota Makassar, Syamsul Rizal MI harus kembali terjun ke urusan politik guna memuluskan niatnya maju.
“Saya sampai sekarang belum mengurusi politik ada ji teman-teman yang atur kalau itu. Tapi karena sudah mau masuk tahapan jadi saya minta izin kepada ketua PMI untuk kembali bahas politik,”ujar Deng Ical-panggilan akrab Syamsu Rizal MI, Minggu (14/6).
Sejauh ini Deng Ical juga mengabarkan ada sejumlah partai yang akan merapat kepadanya. Baru-baru ini saja ia juga dikabarkan akan mendapatkan dukungan dari partai demokrasi idnonesia perjuangan (PDIP) untuk berpasangan dengan Dokter Fadli Ananda atau Andi Yagkin Padjalangi.
“Belum ada sementara ini komunikasi dengan partai pun berjalan dengan by phone karena kalau saya ada teman-teman yang mengurus,” ujarnya.
Ketua DPD PKS Makassar, Anwar Faruq menambahkan bila sejauh ini partai yang dipimpinnya juga masih menjalin komunikasi dengan partai lain, sebab Deng Ical adalah satu-satu yang didorong oleh PKS di Pilwali.
“Kita dengan Deng Ical sudah sangat intens dari awal kita kan memang partai pengusungnya jadi insyaa Allah komunikasinya sudah intens, kalau pasangan biar Deng Ical menentukan sendiri pasangannya,” bebernya. Tak hanya itu, partai kebangkitan bangsa (PKB) juga sejak awal mendukung mantan Wakil Wali Kota Makassar ini maju di Pilwali.
Sementara itu, Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto semakin serius untuk maju di Pilwali mendatang.
Malah mantan Walikota Makassar periode 2014-2019 ini kini menjadi incaran sejumlah partai politik.
Hal tersebut diungkapkan akademisi Unhas, Sukri. Dia mengatakan, Danny memiliki pengalaman serta kekuatan yang tidak terukur. Apalagi dari sisi finansialnya cukup kuat untuk bersaing.
Sehingga Danny dinilai sebagai figur balon walikota yang berpotensi kembali memenangkan Pilwali Makassar tahun ini terlebih ketika semua partai politik mengusung Danny.
“Danny menjadi salah satu kandidat paling potensial di Pilwali Makassar ini. Selain karena merupakan walikota definitif sebelumnya, Danny dianggap punya kekuatan dari sisi jaringan dan finansial yang sangat siap untuk bersaing (bertarung),” sebut Sukri, Sabtu (13/6).
Sukri menjelaskan, arah dukungan sejumlah partai politik ke Danny itu berdasarkan kemampuan yang dimiliki Danny dalam membangun Makassar. Sementara itu, dua partai masing-masing PDIP dan Golkar ketika ingin memaketkan kadernya dengan Danny, adalah sebuah hal yang wajar untuk memenangkan Pilwali. Cuma saja, soal paketan pasangan tentu yang bakalan memilih adalah Danny.
“Pada akhirnya pilihan Danny yang saya kira akan menentukan akan berpasangan dengan siapa. Partai politik yang melirik Danny tentu pada akhirnya akan lebih melihat potensi menang daripada hanya sekedar memaketkan kadernya. Dengan demikian ketika partai politik banyak melirik Danny tentu bukan tanpa alasan. Setiap parpol tentu sudah memiliki mekanisme dan argumentasi untuk melirik Danny meski kandidat lain juga tetap punya peluang untuk bersaing,” tutupnya. (ita-arf/rif)

Exit mobile version