Site icon Berita Kota Makassar

Dua Mayat Ditemukan Mengapung

JENEPONTO, BKM — Dua hari setelah musibah banjir menyapu Kabupaten Jeneponto, sudah ada dua mayat ditemukan mengapung di sungai dan di tepi pantaiaut. Mayat pertama ditemukan adalah berjenis kelamin lakilaki.
Saat ditemukan warga, mayat tersebut dalam keadaan tanpa busana. Mayat itu ditemukan di tepi pantai Kampung Petang, Desa Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sabtu pagi (13/6) sekitar pukul 09.30 Wita.
Salah satu warga Kelurahan Togo-togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Nasrun Dg Rola, menuturkan, saat itu ia berada di tepi pantai dengan tujuan hendak mencari Ikan. Tiba tiba dia melihat sesosok mayat laki-laki di tepi pantai dalam keadaan tanpa busana dan terlentang.
Dia ,kemudian berteriak memanggil temannya bernama Sampara serta Londeng Dg Gassing yang beralamat di Dusun Petang, Desa Arungkeke, Kabupaten Jeneponto untuk memberitahukan kalau ada mayat laki laki di tepi pantai.
Sehingga Sampara menyampaikan penemuan mayat tersebut kepada Kepala Dusun Petang, Ruslan Daeng Bella. Selanjutnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Arungkeke, Aipda Irsan Nusu. Sehingga Aipda Irsan Nusu Menghubungi pihak Puskesmas Arungkeke.
Hingga saat ini belum ada masyarakat yang melaporkan kehilangan anggota keluarga (kerabat) di wilayah hukum Polsek Arungkeke. Mayat tersebut sudah berada di ruang jenazah RS Lanto Dg Pasewang. Kondisi jenazah dalam keadaan lengkap. Organ tubuhnya sudah mengeluarkan aroma bau busuk menyengat.
Sehari berselang atau pada Minggu (14/6), giliran warga Desa Sapanang, Kecamatan Binamu digegerkan dengan penemuan mayat di Sungai Sapanang.
Kepala Dusun Sapanang, Syamsuddin Sijaya mengatakan, mayat tersebut ditemukan warga Desa Sapanang saat melihat mayat terapung di sungai, tepatnya di area jembatan yang menghubungkan Desa Sapanang dengan Desa Kayuloe.
Mayat itu dievakuasi dua orang warga Sapanang dengan membawa ke pinggir sungai Sapanang Desa Kayuloe barat
Masyarakat pun berbondong-bondong ingin menyaksikan dan mengidentifikasi. Namun tak satu pun warga mengenali mayat tersebut. Selanjutnya, mayat itu dibawa ke RS Lanto Daeng Pasewang Jeneponto dengan menggunakan mobil ambulans.Diketahui, Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, dilanda banjir dan tanah longsor pada Jumat, 12 Juni 2020. (krk/mir/c)

Exit mobile version