Site icon Berita Kota Makassar

Positif di Lapas Wanita Terus Bertambah

GOWA, BKM — Kasus positif covid-19 terus bertambah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas A Bollangi. Di tempat yang berlokasi di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa itu, napi yang terpapar corona sudah mencapai angka 68 orang.
Pada Mei lalu tercatat ada enam napi yang positif. Selanjutnya, jumlah itu melonjak tajam pada awal Juni. Penambahannya sebanyak 35 orang.
Tak berhenti sampai di situ. Pada pekan kedua Juni, tepatnya pada Sabtu (13/6), ada lagi penambahan sebanyak 17 orang. Terbaru, pada Minggu malam (14/6), keluar hasil tes swab sebanyak enam orang. Hasilnya, empat positif dan dua negatif. Dari jumlah keseluruhan itu, lima di antaranya balita.
Penambahan kasus positif dalam dua hari berturut-turut ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penghuni lapas. Sementara semua pegawai lapas masih aman dari paparan covid-19.
Menyusul penambahan ini, pihak LPP Sungguminasa melakukan tracking atau penelusuran terhadap napi lainnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa kemudian menggelar pemeriksaan swab ulang kepada napi yang sepekan sebelumnya dinyatakan negatif.
Pada pemeriksaan swab tahap ketiga sebenarnya menyasar 84 warga binaan. Sampel untuk swab 52 orang napi di antaranya dikirim ke BPOM. Hasilnya, 17 orang dinyatakan positif corona. Sementara, 32 sampel dari napi lainnya dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Kota Makassar.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gowa dr Gaffar yang dikonfirmasi, Minggu malam (14/6) membenarkan hal tersebut.
“Iya, dari tes swab yang lalu, baru enam orang yang keluar hasilnya. Yakni empat positif, dua lainnya negatif. Jadi kasus di lapas ini terus bertambah,” kata dr Gaffar.
Keempat napi tersebut kini telah dievakuasi ke Kota Makassar oleh Gugus Tugas Covid-19 Dinkes Kabupaten Gowa bekerja sama Gugus Tugas Covid-19 Dinkes Sulsel, serta Kanwil Kemenkumhan dan aparat keamanan.
Dikatakan dr Gaffar, keempat narapidana tersebut telah ditempatkan terpisah dengan narapidana lain sejak diambil swab Rabu (10/6) lalu. Sehingga potensi penularan di dalam lapas lebih bisa ditekan.
“Warga binaan yang sudah diswab dan menunggu hasil telah diisolasi dari awal dan dipisahkan dari warga binaan yang lain,” terang dr Gaffar.
Sementara itu, kata dr Gaffar, masih ada 26 narapidana wanita yang masih  menunggu hasil swab. Mereka termasuk dalam pemeriksaan swab tahap ketiga yang diambil pada Rabu (10/6) lalu. 
Ada 32 sampel swab telah dikirim ke BBLK Kota Makassar. Hasil swab yang sudah keluar baru enam, empat positif dan dua negatif. Sehingga tersisa 26 swab napi yang belum keluar hasilnya.
Kalapas Wanita Kelas IIA Bolangi Eko Suprapti yang dikonfirmasi via WhatsApp terkait berapa total jumlah warga binaan lapas wanita, serta kemungkinan asal virus yang merebak di lapas, memilih untuk tak berkomentar.
Begitu juga Tim Humas Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi Resqi Irwansyah, pun enggan menjawab pertanyaan media. Kedua pihak Lapas Wanita ini berdalih, untuk menjawab pertanyaan tersebut merupakan kewenangan Kanwil Kemenkum HAM Sulsel.
“Tabe, belum ada pendelegasian kepada kami untuk klarifikasi terkait pertanyaan tersebut. Bisa langsung menghubungi kantor wilayah kami untuk info yang dimaksud. Silakan dikonfirmasi pada jam kerja yah,” tulis Kalapas Wanita Kelas IIA Bolangi Eko Suprapti melalui pesan WhatsApp, Minggu siang (14/6).
Pada Senin (15/6), BKM berusaha melakukan konfirmasi ke pihak Kanwil Kemenkum HAM Sulsel guna mendapatkan penjelasan. Namun, upaya tersebut belum direspons hingga berita ini dibuat.

5.000 Alat Rapid Test

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan 5.000 rapid test, khusus untuk lapas dan rutan. Rapid test secara massif di lapas dan rutan merupakan upaya preventif dari pemprov untuk mengatasi penularan covid-19 di kalangan warga binaan.
Sebelumnya, Gubernur HM Nurdin Abdullah mengatakan klaster lapas wanita menjadi penyumbang jumlah pasien positif covid-19 di Sulsel. Klaster ini ditracking melalui rapid test dan dilanjutkan dengan tes swab. Nurdin mengaku, hasil rapid test dan tes swab dari lapas wanita Bollangi sangat mengagetkan hasilnya.
“Memang terakhir klaster lapas wanita itu mengagetkan kita. Karena ada 48 yang terkonfirmasi positif setelah hasil rapid kemudian dilanjutkan swab. Ada delapan yang kita harus rujuk ke rumah sakit. Sisanya kita karantina di Duta Covid-19, di hotel,” ungkap Nurdin, Senin (15/6).
Dirinya berharap, kasus serupa di lapas Bollangi tidak terjadi lagi. Karena belum lama ini dirinya sudah berdiskusi dengan kakanwil Kemenkumham dan pihak terkait yang menangani lapas.
“Insyaallah kita akan memberikan 5.000 lagi alat untuk melakukan rapid test secara massal warga binaan lapas dan rutan di Sulsel. Terutama yang memang cenderung kita lihat yang berpotensi untuk menularkan. Kita berharap tidak terjadi lagi seperti yang di Bollangi,” jelasnya.
Untuk itu, Gugus Tugas Sulsel dengan kabupaten/kota se-Sulsel terus berkoordinasi dengan intens, bagaimana penanganan di daerah masing-masing. Selain itu, upaya lain yang harus dilakukan adalah memperketat protokol kesehatan. Tentu tidak harus melakukan PSBB.
“Saya pikir memang kita harus ketat lagi. Bukan berarti kita kembali melakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), tapi protokol kesehatan ketat harus dilakukan,” tandasnya. (sar-nug)

Exit mobile version