SOPPENG, BKM — Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah komando H Andi Kaswadi Razak saat ini menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Hal itu menyusul wabah covid-19 yang tengah melanda. Tak terkecuali di Soppeng.
DI Bumi Latemmamala –sebutan untuk Soppeng–, terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 20 orang. Belum lagi mereka yang berstatus pasien dalam pemantauan (PDP), orang dalam pengawasan (ODP), serta orang tanpa gejala (OTG).
Namun dengan kerja keras bupati bersama warga Soppeng, serta pemangku kepentingan di daerah ini, daerah ini akhirnya mampu mencatatkan zero alias nol kasus positif covid-19.
Ide serta inovasi Andi Kaswadi untuk membeli alat PCR guna melindungi rakyatnya telah membuahkan hasil yang maksimal. Padahal, awalnya pembelian alat tersebut sempat menuai pro dan kontra.
Bahkan kerap ada tanggapan miring, yang menyebut pembelian tersebut sebagai tindakan bodoh. Marahkah sang bupati? Ternyata tidak. Selaku orang nomor satu di Kabupaten Soppeng, Kaswadi malah menyatakan sebaliknya. ”Biarlah saya dikatakan seperti itu, yang penting semua rakyatku bisa terlindungi dari penyakit yang mematikan, covid-19,” ujarnya kala itu.
Dari situlah Andi Kaswadi terus berupaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Disamping membangun ruang isolasi untuk pasien positif covid-19. Menutup akses perbatasan dan mengintensifkan penyemprotan disinfektan. Sosialisasi dan operasi pemakaian masker. Memperketat penerapan social distancing. Hingga menggelar swab secara massal.
Atas keberhasilan itu, keberadaan laboratorium biologi molekuler UPT Labkesda Kabupaten Soppeng menarik perhatian banyak kalangan. Kehadirannya diyakini mampu mempercepat penanganan kasus covid-19 di tengah masyarakat.
UPT Labkesda memanfaatkan gedung eks Rumah Sakit Umum (RSU) Ajjapange di Jalan Samudera Nomor 4 Watansoppeng. Terdiri dari gedung eks laboratorium yang dimanfaatkan sebagai lab klinik labkesda. Eks gedung VIP RSU Ajjapange dimanfaatkan sebagai laboratorium PCR.
Luas bangunannya 12×9 meter persegi. Luas tanah 20×98 meter persegi. Diisi oleh dua tenaga laboratorium biologi molekuler (PCR). Didukung delapan tenaga UPT, yang terdiri dari dokter patologi klinik satu orang, serta ahli teknologi laboratorium medik (ATLM) tujuh orang. Dilengkapi dua orang tenaga administrasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Soppeng Sarianto, menyebut kemampuan alat PCR yang ada di labkesda bisa menguji sampai 1.000 sampel per hari. Kondisi ini tergantung dari ketersediaan reagen dan jumlah sampel yang masuk setiap hari.
“Hingga saat ini rata-rata pemeriksaan 30-180 sampel per hari. Ini berdasarkan jumlah sampel yang masuk setiap hari. Terhitung sejak Mei hingga 15 Juni 2020, tercatat sebanyak 1.058 sampel yang telah diperiksa,” terang Sarianto.
Bagi masyarakat yang hendak mendapat pelayanan pemeriksaan PCR, bisa langsung datang ke UPT Labkesda. Pengambilan sampel swab dilakukan di gedung pelayanan laboratorium klinik dengan memperlihatkan KTP atau identitas lainnya, dan menyelesaikan biaya administrasi dan biaya pemeriksaan. Pasien mengisi form permintaan swab serta wawancara. (ono/c)
