Site icon Berita Kota Makassar

Dokter Puskesmas Terpapar Covid

GOWA, BKM — Seorang dokter asal Kabupaten Gowa yang bertugas di Puskesmas Bontonompo, dilaporkan terpapar covid-19. Peremupaun usia 28 tahun itu kini sudah diisolasi di salah satu hotel di Makassar.
Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Iya benar, ada satu tenaga medis dokter yang terpapar covid-19. Saat ini beliau dirawat dan diisolasi di salah satu hotel di Makassar,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Gowa dr Gaffar, Rabu (17/6).
Hal sama disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Gowa dr Suryadi saat dikonfirmasi. Dia mengatakan, meski terpapar dan status positif, namun dokter berusia muda itu dalam kondisi sehat. Ia disebutkan orang tanpa gejala (OTG).
“Saat ini dokter tersebut melakukan isolasi dengan mengikuti SOP yang ada. Alhamdulillah kondisinya sehat walafiat. Saya ajak masyarakat Gowa untuk bersama-sama mendoakan dokter kita agar segera pulih dan sembuh kembali. Mari juga kita doakan masyarakat yang terpapar agar mereka bisa sehat kembali,” tambah dr Suryadi.
Untuk membantu meringankan beban psikis dokter yang positif itu, dr Suryadi mengatakan, pihaknya senantiasa berkomunikasi dengan pasien untuk memberikan motivasi.
Menyusul terpaparnya seorang dokter, pihak Puskesmas Bontonompo II pun melakukan pemeriksaan swab di lingkungan puskesmas, Rabu siang (17/6). Langkah ini sebagai bentuk deteksi terhadap kemungkinan adanya warga yang terinfeksi covid-19.

MCCC Desak Kalapas

Terpisah, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kabupaten Gowa sangat menyesalkan penolakan tim relawan yang akan melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi, Selasa lalu (16/6).
Lima relawan MCCC Gowa sejatinya akan menyemprot disinfektan ke dalam Lapas Wanita siang itu. Namun namun baru hendak melaporkan kedatangannya para relawan ini ditemui seorang petugas Lapas Wanita dan melarang para relawan yang sudah siap dengan pakaian APD Hasmatnya untuk menyemprot.
“Padahal kedatangan mereka demi membantu mencegah penularan virus corona dalam Lapas. Itu pun atas permintaan salah seorang dokter internal lapas yang disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa. Makanya, kami menyesalkan penolakan tersebut. Mungkin juga karena ada miskomunikasi antara relawan MCCC dengan Petugas Lapas Perempuan Bollangi. Namun seyogyanya tidak sertamerta menolak begitu. Harusnya dikonfrimasi balik ke dokter internal Lapas yang meminta disinfeksi tersebut,” kata Ketua MCCC Gowa Muhammad Asri, Selasa malam (16/6).
Asri menegaskan, relawan MCCC bergerak cepat atas permintaan dari Dinkes dan relawan MCCC Gowa atas dasar kemanusiaan. “Iya, karena info yang didapatkan bahwa sudah puluhan positif covid-19,” kata Asri.
Atas penolakan tersebut, MCCC Gowa mendesak kepala Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi untuk meminta maaf secara resmi. “Atas nama pengurus MCCC Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gowa, meminta kepada Kalapas Perempuan untuk meminta maaf. Karena kasihan relawan kami sudah berpakaian APD lengkap lantas tidak diperbolehkan masuk dalam lapas. Sementara APD itu hanya satu kali pakai. Mubassir kita buang-buang APD langsung dimusnahkan,” cetusnya.
Kalapas Wanita Kelas IIA Bolangi Gowa Eko Suprapti yang dikonfirmasi, mengaku menerima informasi akan ada penyemprotan disinfektan. Namun, Eko Suprapti beralasan, menolak karena tidak ada penyampaian resmi.
“Tidak ada konfirmasi langsung dari pihak penyelenggara kegiatan tersebut kepada kami. Termasuk penyampaian ke kantor wilayah kami,” kata Eko Suprapti, Selasa (16/6).

Terus Bertambah

Kasus positif covid-19 di Lapas Wanita Bollangi masih terus bertambah. Hingga Selasa malam (16/6), angkanya sudah mencapai 79 orang.
“Iya, jumlah kasus positif di Lapas Wanita berdasarkan data hasil swab dari Makassar hingga kini sudah sebanyak 79 orang,” kata dr Gaffar.
Meski penyebaran covid-19 terus meluas terhadap narapidana, pihak Lapas Wanita tetap enggan memberikan keterangan kepada wartawan.
Ketua Tim Humas Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi Resqi Irwansyah saat dikonfirmasi, berkali-kali tetap beralasan tidak mendapat kewenangan memberikan informasi kepada wartawan perihal covid-19 di Lapas Wanita.
Resqi tak menjawab saat ditanya penyebab penularan virus dalam Lapas. Ia beralasan jam besuk sudah ditiadakan sejak Maret 2020 lalu.
“Belum ada pendelegasian kepada kami untuk klarifikasi terkait pertanyaanta. Bisa langsung menghubungi kantor wilayah kami untuk info yang dimaksud,” kata Resqi.
Hal senada disampaikan Kepala Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi Eko Suprapti. Dia mengatakan, penyampaian informasi covid-19 di Lapas Wanita satu pintu melalui Kanwil Kemenkunham Sulawesi Selatan.
“Saya dipesan untuk yang menjawab hal ini di pihak kanwil saja,” singkat Eko Suprapti.
Kepala Sub Bagian Humas, RB dan TI Kanwil Kemenkum HAM Sulsel Dedy Ardianto yang dihubungi, hanya memberi pernyataan singkat. ”Terkait covid 19 di lapas, kakanwil telah melakukan koordinasi dengan gubernur dan Tim Satgas Covid-19 Provinsi. Untuk setiap pertanyaan sebagaimana Kepres 7/2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan virus corona, semua melalui satgas yang telah dibentuk masing-masing di daerah/wilayah,” tulis Dedy melalui WhatsApp, kemarin. (sar-jun)

Exit mobile version