MAKASSAR, BKM — Sebanyak 39 orang calon pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel dinyatakan lolos dalam seleksi penetapan hasil penilaian (assessment). Tahapan yang berlangsung Sabtu (13/6) hingga Minggu (14/6) itu diperuntukkan bagi tujuh organisasi perangkat daerah (OPD). Hasilnya telah diumumkan beserta perolehan nilainya.
Ke 39 orang ini akan melakukan tes wawancara hari ini untuk memilih tiga besar nama dari masing-masing OPD. Nama mereka yang masuk tiga besar nantinya akan diserahkan ke gubernur untuk dipilih salah satunya menjadi pimpinan.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKD) Provinsi Sulsel Imran Jauzi, mengatakan sebelumnya ada 51 orang yang telah mengikuti seleksi administrasi calon pejabat pimpinan tinggi pratama. Hasilnya, 39 orang di antaranya mengikuti assesment. Mereka pun dinyatakan lolos seluruhnya pada Kamis (18/6).
“Sebanyak 39 orang yang assesment memenuhi syarat nilai semua. Diumumkan tadi (kemarin) sebagai amanat dari surat edaran MenPAN Nomor 52. Mereka masuk ke tahap selanjutnya. Mereka memang banyak yang track recordnya bagus,” jelas Imran.
Tahap selanjutnya adalah wawancara yang akan dilaksanakan hari ini, Jumat (19/6) di kantor gubernur. Imran menjelaskan, dalam wawancara hari ini ada tiga indikator yang dinilai terhadap para calon. Masing-masing wawancara pansel, rekam jejak, dan makalah.
Nilai dari tiga indikator ini nantinya akan diakumulasi dengan nilai assesment yang telah diperoleh sebelumnya, untuk menentukan tiga besar peraih nilai tertinggi di masing-masing OPD.
“Dari wawancara itu akan direkapitulasi semua. Termasuk nilai assessment. Jadi total ada empat indikator, assesment 25 persen, wawancara pansel 35 persen, rekam jejak 20 persen, dan makalah 20 persen. Setelah ini baru keluar 3 besar,” jelasnya.
Setelah pengumuman tiga besar masing-masing OPD, lanjut Imran, pansel akan menyerahkannya kepada gubernur. Gubernurlah yang nantinya akan menggunakan haknya untuk memilih salah satu di antara tiga besar tersebut di masing-masing OPD untuk menjadi pejabat pimpinan tinggi pratama.
”Setelah tiga besar, pansel menyerahkan secara resmi kepada gubernur sebagai pejabat pembina kepegawaian, untuk menggunakan hak alternatifnya memilih satu dari tiga,” urainya.
Tujuh pimpinan OPD yang akan diisi, masing-masing Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan PPA, Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPMPTSA), Dinas Perdagangan, dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Salah satu peserta calon pejabat pimpinan tinggi pratama, Prof Muhammad Jufri mengatakan siap hadir memenuhi persyaratan yang ada. Meski begitu, ia tidak memiliki persiapan khusus dalam menghadapi wawancara hari ini.
Peserta dengan nilai assessment tertinggi di Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel ini dikatakannya hanya akan mempresentasikan makalah yang sudah ia setor di awal seleksi.
“Tentu kalau saya, harus konsisten dengan apa yang ditulis dalam makalah. Mengedepankan apa yang saya pikirkan untuk pengembangan pendidikan ke depan, berkaitan dengan tujuan pendidikan nasional dan dikaitkan dengan visi misi gubernur. Hanya sampai di situ saja,” ungkap Dekan Fakultas Psikologi UNM ini. (nug)
39 Orang Bersaing Isi Tujuh Pimpinan OPD
