MAKASSAR, BKM– Begitu banyak aduan masyarakat yang masuk di masa reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar.
Aduan tersebut didominasi oleh laporan mengenai tidak adanya lagi kegiatan posyandu, taman yang kurang diperhatikan, penerangan lampu jalan, pelayanan amburadul dan infrastruktur yang rusak.
Seperti halnya laporan dari Ketua RT 9 RW 19, Nurlina. Menurutnya, warga sudah sangat resah dengan tidak adanya tindak lanjut dari laporan mereka terkait drainase, lampu jalan, taman, posyandu.
“Kita ini sangat kurang diperhatikan oleh pemerintah setempat, kita sudah laporakan keluhan kita mengenai lampu jalan di lorong, tapi tidak ada sama sekali tindaklanjutnya. Belum lagi, posyandu yang sudah tidakrusak sehingga terjadi genangan. Tolong ini cepat diatasi,” ungkapnya di Jalan Rappocini, Kamis (18/6).
Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mengatakan, tidak ada aspirasi warga yang tidak ditampung oleh legislator, hanya saja keterbatsan anggaran saat ini yang menyebabkan sejumlah aspirasi warga dibatasi untuk direalisasikan tahun ini.
“Memang itu semua yang mendominasi keluhan masyarakat di Kota Makassar. Cuman kita minta warga sabar, karena semua anggaran SKPD di potong di atas 50 persen semua. Jadi bukan tidak diprogramkan semua ada di APBD 2020, hanya kita tunda dulu karena penangan covid-19,” bebernya.
Legislator Fraksi Nasdem Makassar ini juga menegaskan, saat ini, Pj Wali Kota Makassar, tetap fokus pada perbaikan taman karena sarana sudah ada, adapun tinggal dilakukan perbaikan. “Jadi kita sabar saja, semua pasti dikerjakan, hanya pelan-pelan tidak bisa sekaligus, dan kita harus mengerti dikondisi seperti ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum Makassar, Answar, menambahkan, akan menindaklanjuti semua masukan warga, termasuk dengan membenahi taman, lampu jalan, jalan, drainase dan sebagainya. “Semoga di Pembahasan APBD Perubahan ini bisa terserap semuanya. Agar keluhan warga bisa diatasi,”tutupnya.(ita)
Dewan Minta Warga Bersabar soal Aduannya
