SOPPENG, BKM — Bupati Soppeng H Andi Kaswadi Razak menjadi pembicara dalam acara live streaming TVRI Nasional dalam acara Obrolan Paraikatte di SCC La Mataesso, Rabu (17/6) malam.
Bupati Soppeng pada saat menyampaikan sejumlah terobosan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Soppeng mengatakan yang dilakukan adalah mengambil langkah cepat dan pengadaan mesin PCR.
Mempersiapkan ruangan isolasi perawatan khusus, karena yang terjadi di RS umum membuat masyarakat panik, makanya kami harus mengambil langkah cepat untuk memisahkan pelayanan masyarakat yang berpenyakit biasa atau bergejala Covid-19.
Selain itu kata Kaswadi kami melakukan pemetaan, mendata dan melalukan tracking di Masyarakat, hal ini di lakukan oleh Surfeylens kami yang berkeliling di semua wilayah Soppeng.
“Alhamdulillah kami didukung enam dokter ahli, dokter umum dan perawat jumlahnya kurang lebih 100 yang kami libatkan dalam penanganan Covid-19. Sejak 29 Mei hingga kini tidak ada kasus Covid-19 di Soppeng dan pasien terakhir yang kami rawat tanggal 13 Juni,” terang Kaswadi.
Menurut Kaswadi hal lain yang rutin dilakukan adalah selalu berkoordinasi dengan anggota Forkopimda, Kepala OPD, camat, lurah, desa dan tokoh masyarakat.
“Setiap kami ingin mengambil tindakan terlebih dahulu kami sampaikan dan sosialisasikan kepada masyarakat agar terjalin komunikasi yang baik” jelasnya.
Kaswadi menambahkan saat ini telah membuat Perbup mengenai Soppeng Kabupaten Wajib Masker, jadi masyarakat yang akan beraktivitas diluar rumah wajib memakai masker sehingga ini akan menjadi kebutuhan kita dalam sehari-hari ujarnya
Memasuki new normal ini, selain petugas TNI/Polri dan OPD yang terlibat melalukan sosialisasi wajib memakai masker, kami juga libatkan Forum Kerukunan Umat Beragama ikut andil dalam bersosialisasi.
”Kami juga telah berkoordinasi kepada seluruh Ketua Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) yang berada di luar Kabupaten Soppeng untuk menahan diri dulu untuk pulang kampung, agar kami disini bisa melakukan upaya-upaya pencegahan,” tandas Kaswadi.
Kaswadi menyampaikan sebenarnya yang kami lakukan disini biasa-biasa saja, yang luar biasa itu kepala daerah yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk daerahnya. (ono/C)
