DI TENGAH pandemi covid-19, kabupaten/kota di Sulsel berinovasi dengan menghadirkan kawasan khusus. Di dalamnya ada tatanan dan misi tertentu. Nama di satu daerah berbeda dengan daerah lainnya. Di Kabupaten Gowa disematkan nama Kampung Rewako.
SAAT ini ada dua Kampung Rewako di Gowa. Masing-masing Kampung Rewako Manggarupi, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu. Satunya lagi di Dusun Borong Bilalang, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga.
Kampung Rewako di Desa Julubori lahannya merupakan milik salah seorang warga. Luasnya 24 are. Kawasan tersebut sangat sejuk karena rindang dengan pepohonan, khususnya tanaman bambu.
Kawasan ini ditata apik bak tempat wisata ini. Dihiasi bangunan gasebo bergaya ala desa. Terbuat dari bambu beratap daun nipa, yang dilengkapi sejumlah sarana prasarana. Kesemuanya dilakukan demi membuat masyarakat nyaman berada di lokasi ini.
Ada sejumlah fasilitas yang disiapkan dalam Kampung Rewako. Yakni pos terpadu (penjagaan) dan pos pelayanan kesehatan. Ada juga ruangan isolasi, jika sewaktu-waktu diperlukan untuk tindakan penanganan covid-19. Taman bacaan (perpustakaan), balai FKPM, seni budaya, industri kecil (pembuatan batako), kebun mini, serta kebun hidroponik.
Ada pula dapur umum, dengan fasilitas antara lain kulkas serta kebutuhan logistik lainnya. Juga ada balai sipitangarri untuk tempat berdiskusi, musalla, warung mini, bank ikan, bank ternak, kamera CCTV, wifi, WC/kamar kecil, mesin jahit listrik dan mesin jahit manual, satu unit kendaraan roda. Bahkan mesin giling gabah/padi gratis juga ada. Tak terkecuali tempat cuci tangan serta lokasi kegiatan fisik untuk berolahraga.
Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola sebagai pencetus Kampung Rewako, menjelaskan tujuan didirikannya sarana multisektor ini. Yaitu mengedukasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Juga sebagai wujud penguatan ketahanan pangan, dan meningkatkan rasa peduli antarsesama dengan membiasakan diri hidup bergotong-royong, serta senantiasa menjaga situasi kamtibmas.
Pembangunan Kampung Rewako diinisiasi kapolres Gowa dan dilaksanakan oleh Kapolsek Pallangga Iptu Nasruddin, sebagai padal kecamatan bersama para padal kelurahan dan desa, TNI, pemerintah dan warga setempat. Kesemuanya melakukan kerja bakti membangun Kampung Rewako di Julubori hingga keberadaannya seperti saat ini.
Selasa (16/6), Kampung Rewako di Julubori telah diresmikan langsung Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah, didampingi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Wabup Abd Rauf Malaganni.
Turut hadir dalam peresmian itu Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Halim Pagarra, Kasdam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Andi Muhammad, Karo Ops Polda Sulsel Kombes Pol Joni Triharto, Dir Binmas Kombes Pol Markilat Heru Prasetyo, Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo. Hadir pula Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Muh Suaib dan para anggota Forkopimda Gowa lainnya.
Kapolsek Pallangga Iptu Nasruddin sebagai padal kecamatan, menjelaskan sejak awal membangun Kampung Rewako ini, pihaknya bekerja bergotong royong secara maksimal bersama dengan anggota TNI dari Kodim 1409 Gowa, serta masyarakat Pallangga.
“Di dalam Kampung Rewako ini memang dilengkapi fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang berkunjung. Bisa menggunakan pos pelayanan kesehatan. Ada kerajinan tangan, yakni pembuatan masker. Ada taman baca. Ada kolam budidaya ikan. Ada peternakan bebek dan ayam, kebun serta tanaman hidroponik. Kesemuanya mengarah pada ketahanan pangan masyarakat,” papar Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola.
Ia pun berterima kasih kepada jajaran Polsek Pallangga karena bisa bersinergi dengan pemerintah kecamatan/desa, TNI dan masyarakat setempat dalam membangun Kampung Rewako ini.
Bersama Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri Mustafa, Kapolres AKBP Boy FS Samola berharap operasional Kampung Rewako ini dapat lebih diefektifkan ke depan. Tidak hanya ada ketika diresmikan. Tapi betul-betul menjadi kampung yang memiliki aktivitas sosial seperti tujuannya.
Salah satu yang diharapkan kenapa Kampung Rewako ini harus ada, adalah agar masyarakat betul-betul teredukasi secara maksimal dalam setiap sektor kehidupan.
“Kampung Rewako ini harus benar-benar difungsikan maksimal. Saya tekankan agar seluruh anggota yang berada di tiap Kampung Rewako lebih intens memberikan edukasi ke tengah masyarakat ,khususnya terkait protokol kesehatan di masa pandemi ini. Termasuk budaya gotong-royong dan mandiri dalam menjaga ketahanan pangan maupun kamtibmas,” kata kapolres.
Kampung Rewako ini, kata Boy, tidak hanya terbentuk di Desa Julubori, Kecamatan Pallangga serta di Manggarupi, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu. Tapi juga akan dibangun di desa dan kelurahan lainnya, dari total 167 desa/kelurahan di Kabupaten Gowa.
Khusus satu unit mobil penggilingan padi di Kampung Rewako Julubori, diakui Boy, merupakan hasil hibah dari seorang warga bernama Haji Nai. Ia menyerahkan mesin tersebut untuk kepentingan masyarakat yang terdampak covid-19. Jadi mobil tersebut disiapkan bila masyarakat ingin melakukan penggilingan padi secara gratis. Masyarakat bisa datang langsung ke lokasi Kampung Rewako dengan membawa gabahnya untuk digiling jadi beras.
“Jadi silakan, siapa saja yang mau menggiling gabahnya gratis, bawa saja ke Kampung Rewako. Jika masyarakat ingin pula memberikan bantuan dengan menyisihkan sebagian dari berasnya tersebut untuk kepentingan masyarakat umum, dapat diserahkan ke dapur umum TNI-Polri yang berada di Kampung Rewako maupun yang ada di depan kantor Polres Gowa. Inilah sisi lain dari fungsi Kampung Rewako. Selain kita edukasi masyarakat agar mindset mereka terbuka untuk berinovasi, juga mengajaknya berbagi dengan orang lain,” jelas Boy. (sar)
