MAKASSAR, BKM — Sejumlah tempat hiburan malam (THM) yang berlokasi di sepanjang Jalan Nusantara, Makassar ditutup paksa aparat kepolisian, Sabtu malam (20/6). Langkah tersebut diambil jajaran Polres Pelabuhan, karena THM tidak memiliki izin beroperasi di tengah pandemi covid-19.
”Kami melakukan penutupan paksa sejumlah THM karena belum ada izin untuk beroperasi selama pandemi,” kata Kapolres Pelabuhan AKBP Kadarislam Kasim, Minggu (21/6).
Dijelaskan Kadarislam, setelah mendapatkan informasi adanya sejumlah tempat hiburan malam yang nekat buka di tengah pandemi covid-19, personel gabungan dari Tim Respon Angngaru, Opsnal Tipiring dan Satuan Sabhara langsung bergerak ke lokasi melakukan penutupan.
Selain melakukan penutupan paksa, petugas juga memberikan imbauan terhadap pemilik atau penanggung jawab tempat hiburan malam yang buka tanpa ada edaran dari pemerintah atau penjabat wali kota Makassar. Sejumlah pengunjung dan pramuria THM juga saat itu diminta untuk segera meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing-masing.
“Dari hasil interogasi terhadap penanggung jawab THM ini, mereka membuka tempat usahanya karena ada informasi yang beredar memperbolehkan untuk buka. Namun untuk surat edaran wali kota terkait izin untuk pembukaan terhadap tempat hiburan malam belum ada,” tambahnya.
Adapun THM yang ditutupa paksa di Jalan Nusantara, masing-masing Cafe Mega, Cafe Bintang Eksekutif, Cafe Dangdut, Cafe Moon, Cafe Venus, Cafe Raja Mas, Cafe Maiki, Cafe Metro Sulawesi, dan Cafe Rembulan di Jalan Sulawesi.
1.245 Sembuh, 138 Meninggal
Hingga saat ini, pandemi covid-19 masih mengkhawatirkan di Sulsel, khususnya di Kota Makassar. Data dari Kementerian Kesehatan RI melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia, mencatat dalam dua hari belakangan ini angkat positif corona kian tinggi.
Per tanggal 19 Juni 2020, Sulsel berada dalam urutan pertama tertinggi jumlah positif corona di Indonesia, yakni 207 orang. Disusul kemudian pada tanggal 20 Juni 2020, Sulsel juga masih berada di angka 112, atau urutan ketiga tertinggi di Indonesia.
Hingga saat ini, Sulsel telah mencatat ada 3.685 kasus terinfeksi corona dan 138 kasus yang meninggal dunia. Kemudian, untuk kasus sembuh, tercatat sebanyak 1.245.
Pemkot Makassar merilis data jumlah kematian akibat terpapar covid-19 sebanyak 117 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Naisyah Tun Azikin, mengatakan data kasus kematian akibat covid ini tercatat sejak kasus baru yang terungkap pada 20 Maret 2020 (klaster umrah).
“Jadi ini rekap keseluruhan dan dicatat sejak kasus pertama,” ujar Naisyah, Minggu (21/6).
Menurutnya, angka kematian ini jauh dibandingkan angka yang sembuh. Adapun jumlah warga yang sembuh setelah terpapar covid yakni 682 orang.
“Dengan angka kesembuhan ini, secara pasti memperlihatkan bahwa kerja keras para tim kesehatan kita berjalan dengan baik,” ujar Naisyah.
Di Kota Makassar sendiri, rumah sakit rujukan covid tidak hanya ditangani oleh Pemkot Makassar saja. Tapi rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulsel juga turut memberikan penanganan medis bagi mereka yang terpapar.
“Jadi penanganan covid di Makassar tidak sekadar dilakukan secara terpadu, melalui koordinasi Tim Gugus Tugas Covid 19,” katanya.
Penyemprotan Massal
Guna memutus matarantai penyebaran covid-19, Wali Kota Makassar Yusran Yusuf melepas ribuan personel gabungan untuk melakukan penyemprotan disinfektan massal serentak di area publik, Sabtu (20/6). Hadir dalam prosesi pelepasan tersebut Komandan Denpom XIV/4 Hasanuddin Makassar Letnan Kolonel (Letkol) CPM Tabi Pasenggong, Asisten I M Sabri, dan OPD terkait.
Yusran mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Makassar untuk memotong penyebaran virus corona. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara massal ini.
“Kita melaksanakan dua kegiatan besar. Disinfektan massal di seluruh area publik dan penegakan Perwali Nomor 31 Kota Makassar. Kita mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Ini dilakukan sebulan penuh setiap Sabtu dan Minggu,” ucap Yusran.
Ada sekitar 3.000 personel yang tergabung. Masing-masing 400 orang dari Satpol PP (Inspektur Covid), 200 orang dari Dinas Perhubungan, 200 orang dari Dinas Pemadam Kebakaran, 50 orang dari BPBD, 168 orang camat dan lurah, 153 orang LPM kelurahan, 30 orang PMI, 996 ketua RW, dan selebihnya dari pihak TNI dan polri.
Sementara, kendaraan water gunner 8.000 liter yang bergerak sebanyak 14 unit. Masing-masing enam unit dengan kapasitas 6.000 liter, disinfektan sprayer 2.500 unit, pemadam motor 800 liter 14 unit.
Di depan para personel gabungan, Yusran mengapresiasi dan sangat berterima kasih atas keseriusan mereka untuk melawan virus corona. Ia pun berharap agar sesama personel tetap menjaga kekompakan dan solidaritas hingga pandemi ini berakhir.
“Saya memberikan penghargaan tinggi untuk personel yang turun langsung. Semoga apa yang dilakukan ini dapat memotong rantai virus covid 19. Tetap jaga kesehatan,” harapnya. (jul-rhm)
