ENREKANG, BKM — Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang melaksanakan Sosialisasi Teknis Pertanian Bantuan Dana hibah Sosial Ekonomi (Sosek) pada kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana BPBD tahun anggaran 2020.
Sosialisasi dibuka Kepala Badan Penanggulangan Bencana Abdullah Sanneng didampingi Kadis Pertanian Addi di Posko induk penanggulangan bencana BPBD Enrekang, Kamis (25/6).
Hadir para ketua kelompok tani calon penerima dana hibah dalam bentuk barang (alat pertanian, industri dan perikanan), seperti mesin Cultivator, hand traktor dan bantuan bibit ikan dan pakanya serta lainya dari pemerintah Pusat dialokasikan melalui Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNP) sebesar Rp 8 miliar.
Kepala BPBD Enrekang, Abdullah Sanneng mengatakan bantuan pemerintah sangat membantu ditengah pandemi covid-19.
“Kita patut bersyukur karena satu-satunya daerah di Indonesia yang menerima bantuan sosial ekonomi rehabilitasi seperti ini,” ujar Abdullah.
Kadis Pertanian Enrekang, Addi mengapresiasi BPBD yang telah berjuang mendapatkan bantuan dari pusat di tengah Covid-19.
“Kami mengapresiasi kerja keras BPBD yang berjuang mendapatkan anggaran untuk pemulihan dapak bencana khususnya bidang pertanian,” ujar Addi.
Sementara itu, salah satu ketua KT Saruddin mengapresiasi BPBD yang yang berjuang mendapatkan bantuan tersebut.
“Hebat BPBD Enrekang tidak potong anggaranya dari pusat,” jelasnya. (her/C)
BPBD Keciprtat Dana Hibah Rp 8 M
