Site icon Berita Kota Makassar

Dukcapil Batasi Cetak KTP-el di Masa Pandemi

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) membatasi pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Langkah itu terpaksa dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan dan memutus rantai pandemi covid-19.
Kepala Dinas Dukcapil Kota, Puspasari Ariyanti Abadi, mengatakan, pihaknya menerapkan kebijakan sesuai aturan Perwali 31 Tahun 2020, bahwa seluruh pelayanan publik yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya orang banyak akan dibatasi.
Selain itu kata dia, langkah teknis yang harus dilakukan adalah mengurangi kuota pencetakan KTP-el setiap harinya.
“Kuota kami batasi karena untuk menjaga physical distancing dan kami menjalankan protokol kesehatan pada setiap pengambilan KTP,” kata Puspa saat dihubungi, Kamis (25/6).
Secara teknis, kata dia, setiap orang yang mengurus e-KTP harus melakukan aktifasi akun melalui alat sidik jari. “Harus selalu dibersihkan disinfektan untuk digunakan lagu untuk antrian berikutnya,” ucapnya.
Alhasil, pihaknya hanya bisa membatasi pencetakan e-KTP perharinya hanya 100 KTP. Dimana pada hari normal jumlahnya lebih besar.
“Kalau normal di PTSP sekitar 300-350 e-KTP. Di Kantor Dukcapil Alauddin sendiri sekitar 500-800 e-KTP. Bayangkan maki ukuran kantor seperti itu? Tidak akan mungkin ada physical distancing,” tungkasnya.
Secara teknis kata Puspa, setiap warga yang ingin mengurus harus melalui online di website di dukcapilmakassar.co.id. “Pengambilan nomor antrian harus melalui online di website kami krn akmi tdk mau ada kerumunan utk pengambilan nomor antrian,” terangnya.
Terkait masalah keterlambatan pengurusan updating data kependudukan serta pencetakan e-KTP, pihak Dukcapil sudah tidak ada alasan lagi.
Hal itu diperkuat oleh Kadisdukcapil Provinsi Sulsel, Sukarniati Kondolele. Kata dia, alasan keterlambatan pencetakan KTP sudah tidak ada alasan lagi, pasalnya kata dia sudah mensuplai sebanyak 112 ribu keping selama pandemi covid-19.
“Dulu, alasan lama begitu karena kekurangan blangko, tapi sekarang itu tidak lagi, karena kita mengejar pencetakan sudah selesai. Di tahun ini,
kita sudah suplai 112 ribu keping ke 24 kabupaten/kota. Didistribusikan secara cuma2 oleh Garuda Indonesia,” ujar Sukarniaty.
Selain itu, Sukarniaty juga berterimakasih kepada Garuda Indonesia yang telah memberikan fasilitasi biaya cos pengiriman blanko secara percuma dari Jakarta. “Itulah bentuk kerjasama kita,” pungkasnya. (rhm)

Exit mobile version