MAKASSAR, BKM — Di tengah pandemi covid-19, Toko Alaska yang beralamat di Jalan Pengayoman, Makassar kini tutup. Hal tersebut menyusul meninggalnya Fredy Lauri (28), seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang disebutkan sebagai sales manajer toko tersebut. Fredy mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu (4/7) pukul 13.30 Wita.
Pantauan BKM, Minggu (5/7), pagar di depan toko terpasang seluruhnya. Parkir depan toko yang biasanya penuh dengan kendaraan roda dua dan empat, tak lagi terlihat. Hanya beberapa unit mobil boks milik perusahaan yang terparkir.
Lembaran kertas ditempel di pagar. Tertulis penyampaian bahwa toko tutup 5-11 Juli. Penutupan ini dalam rangka sterilisasi di lingkungan toko. Operasional seperti biasa kembali akan dilakukan pada 12 Juli 2020.
Dikonfirmasi hal tersebut, Camat Panakkukang Thahir Rasyid mengatakan pihaknya telah menyurati manajemen Alaska agar tidak beroperasi selama dua pekan atau 14 hari
“Sekarang sudah tutup. Tidak ada aktifitas di sana selama 14 hari. Nanti kami akan melakukan penyemprotan,” ujar Thahir Rasyid, Minggu (5/7).
BKM juga telah mencoba melakukan konfirmasi ke manajemen toko, kemarin. Namun tidak ada yang merespons.
Rapid Test Gratis
Pemerintah Sulsel dan kabupaten/kota, termasuk Pemkot Makassar, melalui gugus tugas masing-masing gencar melakukan upaya pemutusan mata rantai covid-19 dan menekan angka penyebarannya. Tes dan tracing terus dilakukan, termasuk meningkatkan jumlah pasien sembuh.
Orang-orang yang terjangkit terus dilakukan pencarian untuk ditemukan. Hal ini penting, agar tidak menularkan ke orang lain.
Salah satu program yang digagas Pemprov Sulsel adalah rapid test gratis. Hal ini tentunya akan membantu warga yang hendak bepergian, khususnya mereka yang melakukan perjalanan antarkota atau antarprovinsi.
Pemeriksaan ini juga akan dilengkapi dengan surat keterangan reaktif atau tidak terhadap covid-19. Program ini diijadwalkan dilaunching, Senin (6/7) hari ini.
“Saya sampaikan, karena sekarang ini yang menjadi persoalan, masyarakat mau pergi dan harus rapid,” kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan, kemarin.
Pemeriksaan akan berlangsung di dua lokasi. Yakni Aula Balai Kartini Jalan Masjid Raya, dan di Dinas Kesehatan Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan.
“Ini kita gratiskan bagi yang mau berangkat, karena surat keterangan itu sudah mulai kita gunakan. Hal ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Sulsel hadir untuk warganya,” ujarnya.
Sistem pemeriksaan dibangun untuk menghindari kerumunan dan bergerombol, termasuk alternatif mendaftar secara daring. Hal ini juga sekaligus sebagai upaya aktif pemerintah mencari dan menemukan warganya yang terpapar covid-19. Karena Sulsel menjadi salah satu dari lima provinsi dengan kasus positif terbanyak.
“Saya ingin katakan, jangan kita lihat kasus perhari, tapi kita lihat tingkat kesembuhan, terus tingkat penularan. Kalau tingkat penularan itu kita terus melandai. Kenapa setiap hari naik terus (angkanya)? Itu karena tracing. Kedua, kapasitas laboratorium kita. Jadi sekarang ini kita itu ada tujuh lab dengan kapasitas spesimen itu sampai 2000 perhari,” jelas Nurdin.
Mereka yang terkonfirmasi positif akan dilakukan penanganan di tempat perawatan, gizi yang baik, vitamin yang bagus, sehingga mereka lebih cepat sembuh. (jun-nug)
