Site icon Berita Kota Makassar

Selesaikan Persoalan Warga secara Kekeluargaan di BKPM

TIDAK semua masalah yang timbul di tengah masyarakat harus diselesaikan dengan menempuh jalur hukum. Pendekatan kekeluargaan menjadi salah satu solusi. Inilah yang dipraktikkan Bripka Baso Sufri.

BRIPKA Baso, demikian ia akrab disapa, diamanahi tugas selaku Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Taccorong dan Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-74, 1 Juli 2020, dia mendapat anugerah berupa penghargaan sebagai Bhabinkamtibmas Terbaik 2020.
Pria kelahiran Bulukumba, 7 Oktober 1977 ini pun mengucap syukur atas raihan yang dicapaianya. ”Alhamdulillah. Semoga dengan penghargaan ini, ke depan saya bisa bekerja lebih maksimal lagi,” ujarnya Minggu (5/7).
Bripka Baso memulai karir di kepolisian seusai menamatkan pendidikan Tamtama tahun 1998. Bhabinkamtibmas terbaik ia rengkuh karena berhasil menyelesaikan sejumlah persoalan di desa binaannya secara kekeluargaan.
Bahkan, di salah satu wilayah binannya, tepatnya di Desa Taccorong, pemerintah setempat telah menyiapkan tempat khusus yang diberi nama Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM). Semua permasalahan di desa diselesaikan di tempat ini.
Ia kemudian memberikan salah satu contoh permasalahan di tengah warga yang diselesaikan secara kekeluargaan. ”Waktu itu ada suami yang menjual rumah ke seorang warga lainnya tanpa sepengetahuan istrinya. Harganya Rp16 juta. Sang istri keberatan dan ingin membeli kembali rumah tersebut dengan harga yang sama. Namun, orang yang membeli rumah tersebut tidak bersedia menjualnya kembali. Alasannya, dapur rumah sudah ia renovasi dengan menghabiskan biaya Rp20 juta,” jelas Bripka Baso.
Menyikapi persoalan tersebut, Bripka Baso sebagai Bhabinkamtibmas melakukan pemanggilan terhadap mereka. Pertemuan dilaksanakan di BKPM.
”Saya berusaha memediasi. Saya sampaikan kepada yang membeli, bahwa ia keliru karena membeli rumah dari seorang suami tanpa sepengetahuan pihak istri. Sementara rumah tersebut diperoleh dari usaha bersama. Setelah saya yakinkan, pihak yang membeli akhirnya bersedia dibayar kembali sebesar Rp16 juta. Sementara untuk biaya perbaikan dapur, hanya disanggupi untuk membayar Rp10 juta. Akhirnya mereka sepakat dan dibuatkan surat pernyataan kesepakatan bersama,” terangnya.
Selain menyelesaikan permasalahan warga secara kekeluargaan, Bripka Baso juga terlibat aktif pada kegiatan sosial, seperti kerja bakti serta penggalangan dana bersama Karang Taruna desa setempat. Donasi yang terkumpul biasanya disalurkan untuk membantu warga yang tertimpa musibah, baik yang berada di desa binaannya, maupun desa lain. Bahkan hingga luar kabupaten.
Dalam bertugas, menurut anggota polisi yang menyelesaikan pendidikan bintara tahun 2006 ini, dirinya selalu mengedepankan kinerja pengabdian. Ketulusan dalam membantu masyarakat untuk keluar dari masalah yang dihadapi.
“Memang pekerjaan utama polisi adalah mengayomi masyarakat. Sehingga bagaimana pun caranya saya selalu bertindak untuk semaksimal mungkin, agar masyarakat yang saya bina dapat terayomi secara baik,” tandas suami dari Legi Suriani ini.
Dalam rangka menjalin silaturahmi serta agar lebih dekat dengan masyarakat, Bripka Baso Sufri juga turun langsung dalam karya bakti di lingkungan Pondok Pesantren Istiqamah, Desa Polewali bersama anggota Koramil 1411-01 Ganking. Mereka memangkas tanaman liar yang tumbuh di lingkungan pondok pesantren. Karena di masa pandemi covid-19, santri diliburkan sehingga banyak tanaman liar yang tumbuh.
Pengasuh Pondok Pesantren Istiqamah sangat menyambut baik karya bakti dari TNI dan kepolisian ini. Kegiatan tersebut menunjukkan sinergitas hubungan yang baik antara tokoh agama dan pondok pesantren dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Di sela-sela kegiatan kerja bakti, Bripka Baso tak lupa menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Karena dia, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang nyaman.
Tidak lupa, ia juga mengimbau warga binaannya untuk terus menjaga kekompakan dan di tengah pandemi. Seperti menggunakan masker apabila melakukan aktivitas di luar rumah, jaga kebersihan dan jaga jarak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19. (min/c)

Exit mobile version