Site icon Berita Kota Makassar

Ada Pengecualian di Perwali Suket Bebas Covid

MAKASSAR, BKM — Peraturan wali kota (Perwali) yang mengatur soal keluar masuk warga di Kota Makassar segera ditetapkan. Draftnya sudah ada di Bagian Hukum Pemkot. Rencananya efektif berlaku Kamis atau Jumat pekan ini.
Salah satu halaman draft perwali tersebut telah bocor ke publik sejak kemarin. Berisi Bab IV Pembatasan Wilayah Pasal 12. Dalam ayat 1 disebutkan, setiap orang yang masuk dan keluar Makassar, wajib melengkapi diri dengan surat keterangan berbadan sehat, dan atau surat keterangan bebas covid-19. Suket itu dikeluarkan fasilitas kesehatan atau petugas yang berwenang, baik dari instansi pemerintah maupun swasta.
Pada ayat 2 dijelaskan, ketentuan yang dimaksud pada ayat 1 berlaku bagi orang yang masuk ke Makassar baik melalui darat, laut, maupun udara. Pada ayat 3 disebutkan pengecualian terhadap aturan ini. Pengecualian berlaku bagi ASN, TNI/Polri, pegawai swasta, buruh, dan pedagang yang berdagang di Kota Makassar.
BKM mengonfirmasi hal ini ke Kepala Bagian Hukum Pemkot Makassar Umar, Senin (6/7). Namun ia belum bersedia menjelaskan secara terbuka isi penting dalam draft perwali tersebut.
”Belum selesai karena belum ditandatangani. Jadi saya belum bisa menjelaskannya,” kelitnya.
Ketika disinggung tentang draft yang telah bocor, Umar tidak mengiyakan dan tidak membantahnya. Ia hanya memberi jawaban diplomatis. ”Silakan ditunggu saja,” ujarnya.
Demikian pula ketika hal itu ditanyakan ke Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin. Kata dia, Pemkot Makassar belum merilis perwali tersebut. Item per item yang dirumuskan baru akan ditetapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin menjelaskan, hari ini, Selasa (7/7), Pemkot Makassar akan mengundang Forkopimda untuk membahas dan mematangkan draft perwali sebelum diterapkan.
“Besok (hari ini), masih akan dibahas oleh forkopimda sebelum ditandatangani dan diterapkan,” tandas Naisyah.

Bergerombol

Kemarin, Pemkot Makassar mencanangkan Gerakan Penanganan Covid-19, Senin (6/7). Gerakan itu diluncurkan untuk memerangi penyakit menular yang mematikan tersebut.
Berdasarkan data, Kota Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan memiliki episentrum tertinggi terhadap penyebaran virus covid-19. Kondisi ini membuat pemkot harus sesegera mungkin melakukan langkah serius menekan angka penyebarannya.
Namun sayang, niatnya untuk memerangi covid-19, acaranya mengabaikan protokol kesehatan. Kendati seluruh peserta mengenakan masker, namun rerata tidak menerapkan social dan physical distancing alias jaga jarak. Ratusan orang yang berkumpul di Lapangan Karebosi itu bergerombol dan saling berinteraksi secara berdekatan. Upacara dihadiri langsung Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah.
Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengatakan, pencanangan bersama ini dilakukan atas tiga langkah utama. Pertama edukasi massif. Kedua, kegiatan perspentif massal seperti melakukan disinfektan massal dan pembatasan pergerakan keluar masuk kota Makassar. Ketiga, saling bersinergi antara seluruh elemen yang ada.
“Tiga langkah ini kami yakini bisa cepat menurunkan angka-angka positif covid di Makassar. Kita ingin perkecil potensi -potensi penularan dengan langkah tersebut. Seperti mematuhi protokol kesehatan pastinya. Insyaallah kalau masyarakat patuh kita bisa menemukan puncak penyebaran dan kita akan melihat kurva menurun di akhir bulan juli ini. Itu target kami,” ucap Rudy.
Tak hanya tiga unsur tersebut, Rudy juga akan segera mengeluarkan perwali untuk mendukung lancarnya proses penekanan penyebaran virus. “Mungkin Kamis atau hari Jumat Minggu ini,” cetusnya.
Rudy menjelaskan dalam pergerakannya ke depan ia akan menyasar 15 kecamatan, 153 Kelurahan, 900 RW, 4000an RT, 325 cafe dan resto, 415 warung kopi, 18 pasar tradisional, 11 pusat pembelanjaan atau mal serta tempat umum lainnya.
“Sesegara mungkin kita akan membentuk tim untuk memassifkan kegiatan ini, yakni kita bentuk 1.000 orang dari RT/RW, 1.000 personel TNI Polri, unsur organisasi, seluruh camat, 14 kapolsek, 47 kepala puskesmas, seluruh lurah, Seluruh babinsa dan bhabinkambtimas akan bergerak menjalankan tiga unsur yang tadi,” jelasnya.
Rudy berharap, kegiatan pencanangan ini bisa berjalan dengan maksimal agar paparan penyebaran virus ini dapat segera terkendalikan. (rhm)

Exit mobile version