Site icon Berita Kota Makassar

Suhu Tubuh Tinggi, Dua Batal UTBK di Unhas

MAKASSAR, BKM — Protokol kesehatan diterapkan secara ketat dalam pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2020. Peserta yang tidak memenuhi syarat harus rela tidak mengikuti ujian.
Seperti UTBK SBMPTN 2020 Universitas Hasanuddin. Dua peserta batal mengikuti ujian karena suhu tubuhnya tinggi hingga mencapai 38 derajat celcius. Sementara di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, 10 peserta tidak menghadiri UTBK.
Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Unhas Ishaq Rahman, menjelaskan selama dua hari pelaksanaan ujian, panitia dan peserta yang diperkenankan untuk mengikuti dan masuk ke ruangan ujian adalah yang bersuhu tubuh kurang dari 37,7 derajat celcius. Sementara dalam dua hari berturut-turut, terdapat dua peserta yang memiliki suhu tubuh di atas dari ketentuan.
“Kita punya peserta sebanyak 19.091 orang, yang dibagi dalam 10 hari di dua sesi setiap harinya. Kemarin (Minggu) ada satu peserta yang suhu tubuhnya yang mencapai 38 derahat celcius. Begitu pula hari ini (kemarin), ada satu. Sesuai prosedur, peserta yang bersangkutan segera ditangani oleh relawan covid-19 Pusat UTBK Unhas. Selain itu, peserta tersebut juga dibuatkan berita acara oleh penanggungjawab lokasi, dan dicatatkan untuk proses pemindahan ke tahap dua,” terang Ishak Rahman, Senin (6/7).
Setiap hari, lanjut Ishak, ada 2.000-an lebih peserta yang ikut. Namun ada beberapa juga peserta yang tidak hadir mengikuti ujian. Pusat UTBK Unhas menyelenggarakan ujian pada 14 lokasi yang dibagi sebanyak 73 ruang ujian yang disiapkan pada lokasi-lokasi tersebut. Untuk peserta yang suhu tubuhnya melebihi batas ketentuan, akan dijadwalkan mengikuti ujian pada tahap UTBK kedua yang digelar dua minggu ke depan.
“Sampai sejauh ini pelaksanaan ujian masih berjalan lancar dan tertib. Hari ini (kemarin) ada 2.000-an yang dijadwalkan ujian. Kalau yang tidak hadir mungkin ada. Tapi totalnya panitia belum rekap semua, karena kita punya 73 ruangan. Kalau yang suhu tubuhnya tinggi, itu kita akan buatkan jadwal untuk ikut tahap kedua. Jadi kita sarankan isolasi mandiri dulu, ikut rapid test. Kalau pelaksanaan kedua, kita periksa lagi suhu tubuhnya bagaimana,” jelasnya.
Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, meninjau pelaksanaan UTBK hari kedua, Senin siang (6/7). Ia melakukan kunjungan ke beberapa ruangan yang berlokasi di lingkungan kampus Unhas, Tamalanrea. Turut mendampingi Penanggung Jawab UTBK Unhas Prof Dr Ir Muh. Restu,MP dan beberapa koordinator.
Prof Dwia melihat secara langsung mekanisme penerapan protokol pencegahan covid-19 dalam pelaksanaan UTBK. Mulai dari kedatangan peserta hingga peserta berada di dalam ruangan. Selain itu, Prof Dwia juga menyempatkan diri berbincang dengan beberapa peserta sebelum pelaksanaan ujian.
Panitia pelaksana pusat UTBK Unhas mengoptimalkan penerapan protokol pencegahan covid-19 secara ketat, baik kepada peserta, pengawas, maupun panitia ujian. Protokol seperti menjaga jarak, memeriksa suhu tubuh, dan mencuci tangan sebelum masuk ruangan diterapkan.
“Protokol pencegahan covid-19 merupakan standar yang wajib diterapkan. Saya melihat langsung bahwa untuk lokasi di Unhas protokol tersebut telah diterapkan. Saya mendapat laporan bahwa kita telah menemukan dua orang peserta yang bersuhu tubuh tinggi, di atas standar. Kepada mereka ini segera diterapkan prosedur yang telah ditetapkan LTMPT,” kata Prof Dwia.
Sesuai ketentuan LTMPT, bagi peserta yang bersuhu tubuh tinggi tidak diperkenankan untuk mengikuti UTBK sesuai yang dijadwalkan. Panitia pelaksana pada pusat UTBK akan membuat berita acara untuk diteruskan kepada LTMPT, dan akan diambil langkah menyiapkan jadwal ujian ulang tada Tahap II, yang direncanakan berlangsung antara tanggal 20-29 Juli 2020.
Sementara itu, soal adanya beberapa peserta yang masih ditemukan melakukan pelanggaran, Prof Dwia menegaskan bahwa peserta seharusnya melaksanakan ujian dengan penuh kejujuran. Bagi mereka yang melakukan kecurangan, dapat dipastikan akan diberikan sanksi tegas.
“Kemarin kami masih menemukan ada peserta yang membawa handphone dan berusaha memotret soal. Ini langsung diamankan oleh pengawas. Setelah kami selidiki, rupanya ada yang memberi iming-iming bisa membantu kelulusan. Dapat kami pastikan ini upaya penipuan kepada peserta tersebut. Jangan percaya pihak-pihak yang menjanjikan bisa meluluskan,” kata Prof Dwia.
Pusat UTBK Unhas sebelumnya menemukan sebanyak empat peserta yang berusaha melakukan kecurangan saat ujian hari pertama. Sementara untuk ujian hari kedua, tidak ada lagi peserta yang ditemukan melakukan kecurangan. Hal ini akibat ketatnya pengawasan yang dilakukan oleh pengawas ruangan, penanggung jawab lokasi, serta panitia pelaksana.
Terpisah, Koordinator Pelaksanaan UTBK UIN Alauddin Makassar Faisal Rahman, mengatakan pelaksanaan dua hari ujian berjalan lancar sesuai protkol kesehatan yang ketat. Peserta hanya diizinkan untuk diantar sampai di luar gedung. Mereka juga disemprot disinfektan, kemudian cuci tangan, serta pengukuran suhu tubuh. Bila ada yang suhu badannya di atas 37,7 derajat celcius, tidak diizinkan masuk. Peserta juga dibatasi jaraknya.
“Yang mengikuti ujian ada 190 peserta tiap hari. Untuk hari ini (kemarin) ada 10 orang yang batal ikut karena tidak hadir. Kalau suhu tubuhnya semua rata-rata 36-37 derajat. Tidak ada yang lebih. 950 orang kalau hadir semua, selama 10 sesi. Dalam ruangan itu ada 20 orang,” terangnya. (ita)

Exit mobile version