MAKASSAR, BKM — Rapid test massal bagi seluruh dosen lingkup Universitas Hasanuddin (Unhas) sudah berlangsung dua hari. Hasilnya, dari 275 orang yang mengikuti pemeriksaan di GOR Unhas Kampus Tamalanrea, Kamis (9/7), ditemukan 12 orang menunjukkan hasil reaktif covid-19.
Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah mengatakan, Unhas saat ini fokus melakukan test massal kepada dosen dan seluruh jajaran akademik. Pelaksanaan yang berlangsung sejak Rabu (8/7) hingga Jumat (10/7), diikuti 1.652 orang dari seluruh fakultas dan program studi.
“Kemarin ada Fakultas Hukum, Ekonomi, Ilmu Budaya dan Isipol. Dari hasil pemeriksaan, ada delapan yang reaktif. Hari ini (kemarin) bertambah empat orang lagi. Masing-masing dari Fakultas Pertanian dan Kelautan, Farmasi dan Kehutanan serta MIPA. Besok (hari ini, Jumat) ada Fakultas kedokteran, FKM, Keperawatan dan Teknik,” terangnya.
Dari Ia kemudian merinci 12 orang yang reaktif. Masing-masing di hari pertama, masing-masing dari Fakultas Hukum satu orang, Fakultas Ilmu Budaya dua orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis satu orang, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik empat orang. Hari kedua, masing-masing satu orang dari Fakultas MIPA, Pertanian, Farmasi, serta Fakultas Kelautan dan Perikanan.
“Jadi ada 12 orang yang telah memberikan hasil rapid testnya dan dinyatakan reaktif. Semuanya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka rata-rata berasal dari teman-teman yang berlatar belakang medis dari Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan FKM. Dalam aktivitas sehari-harinya, selain melaksanakan tugas sebagai dosen, mereka juga turut terlibat langsung dalam satuan tugas penanganan covid di lingkungan Unhas,” bebernya.
Menyikapi hal ini, seluruh jajaran di Unhas telah melakukan pertemuan. Hasilnya disepakati untuk dibuatkan surat edaran bahwa akan dilakukan work from home (WFH).
”Kecuali hal-hal yang sifatnya sangat teknis, sehingga memerlukan work office itu tetap dilakukan. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Termasuk kami akan membatasi akses masuk kampus dengan menutup pintu-pintu masuk kampus. Hanya orang-orang berkepentingan saja terkait dengan tugas yang diizinkan memasuki kampus,” terangnya.
Sebelumnya, pihak Unhas membantah jika Fakultas Kedokteran (FK) ditutup sementara setelah Dekan Prof dr Budu, Wakil Dekan III FK Unhas dr Firdaus Hamid, dan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas drg Muhammad Ruslin dinyatakan positif covid-19.
Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengatakan tidak ada penutupan yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Unhas. Aktivitas masih berjalan seperti biasa. Hanya saja, diterapkan aturan yang baru sesuai protokol kesehatan covid-19.
Dirinya tidak mengetahui informasi penutupan itu beredar dari mana.
“Cek dulu sumbernya. Tidak ada penutupan. Aktivitas tetap berjalan, namun dimaksimalkan work from home. Work from office hanya untuk hal-hal yang tidak bisa dilakukan dari rumah. Hanya memang sekarang ada pengaturan untuk memaksimalkan work from home. Tapi aktivitas work from office tetap jalan. Terutama yang tidak bisa dilakukan di rumah, tapi tetap patuhi protokol kesehatan,” jelasnya, Rabu (8/7).
Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Unhas Ishaq Rahman, mengungkapkan bahwa jauh sebelum dekan dan wakil dekan FK dinyatakan positif covid-19, seluruh fakultas sudah mengurangi aktivitas.
“Sesuai instruksi pimpinan, kita memaksimalkan kerja dari rumah. Kecuali ada hal yang tidak bisa dikerjakan di rumah, baru kerja di kantor. Soal Prof Budu, beliau sendiri yang menyampaikan bahwa telah memeriksakan diri dan dinyatakan positif. Kita berdoa semoga secepatnya virus itu terangkat dan pulih kembali,” jelasnya.
Di setiap fakultas, lanjut Ishaq Rahman, dilakukan penyemprotan rutin setiap harinya. Hanya saja, untuk sementara ini akademik minta di Fakultas Kedokteran mengurangi aktivitas, sekaligus untuk melakukan tracing.
“Kita rutin setiap hari melakukan penyemprotan. Kalau soal penutupan sementara itu, karena SK-nya belum ada, kita buat skema kerja dari rumah saja. Selebihnya masih biasa,” tuturnya. (ita)
12 Dosen Reaktif, Akses Masuk Unhas Dibatasi
