Site icon Berita Kota Makassar

Sulit Direalisasikan

AHLI Farmasi Unhas, Yusnita Rivai, menegaskan, jika dikaji secara ilmiah, pernyataan itu sangat sulit untuk direalisasikan. Selain karena prosesnya terlalu rumit, juga butuh modal yang cukup besar.
Menurutnya, ballo memang mengandung alkohol, tapi karena rasanya manis, minuman khas itu juga mengandung kadar gula yang sangat tinggi.
Sehingga, kata Yusnita, ketika dilakukan proses isolisasi atau purifikasi untuk memisahkan kadar alkoholnya, butuh proses yang cukup lama.
Selain itu, kata dia, setelah dipurifikasi, kadar alkohol yang bisa diperoleh juga cukup rendah, hanya sekitar 30 persen.
“Sangat sedikit. Dan itupun prosesnya memerlukan destilasi uap bertingkat baru bisa kita ambil alkoholnya. Jadi proses yang dibutuhkan agak mahal dan kemudian membutuhkan teknik eksperimental yang tinggi,” jelas Yusnita.
Sementara, hand sanitizer itu bahan utamanya adalah alkohol dengan kadar 70 persen minimal hingga 90 persen. Itu baru bisa untuk membunuh atau mengaktivasi virus.
“Jadi ceritanya alkohol fungsinya untuk mengaktivasi virus. Asalkan konsentrasinya antara 70-90 persen. Kalau kurang dari itu, dia tidak akan membunuh atau mengaktivasi virus.
Masalahnya dalam ballo itu kan kandungan alkoholnya hanya 30 persen. Itu paling maksimal. Lebih banyak kadar gula sebenarnya. Sehingga kalaupun kita isolasi atau purifikasi ballonya, kita hanya mendapatkan 30 persen alkohol,” jelas dia.
Sehingga, lanjut dia, pihak farmasi khususnya lebih cenderung tidak mengubah ballo itu menjadi hand sanitizer.
Menurutnya, sekarang ini, juga sudah tidak langka alkohol. Dulu awal-awal virus korona menyerang, memang langka sekali karena dipermainkan harganya oleh spekulan.
“Sekarang, tidak langka lagi. Jadi, beli saja alkohol di toko kimia dan perbelanjaan lain. Artinya tidak efektif ki untuk dijadikan bahan pembuat hand sanitizer itu ballo. Selain prosesnya cukup rumit, biayanya juga lebih mahal,” tambahnya.
Kemudian yang kedua, kata Yusnita, dari awal memang beda peruntukannya. Ballo itu memang untuk food grade untuk makanan dan minuman. Istilahnya bahan pangan. Sementara hand sanitizer untuk phamaceutical grade. Memang standar farmasi. Jadi ballo tidak bisa dikonversi begitu saja. Pasti ada kekurangannya jika ingin diubah seperti itu.
“Saya pernah dihubungi BNN, banyak menyita miras termasuk ballo. Mereka hubungi saya, farmasi bisa tidak mengubah ballo jadi bahan hand sanitizer karena alkohol langka. Bisa tapi tunggu dulu karena lebih mahal ongkos. Sehingga tidak jadi dilakukan,” tandasnya. (rhm)

Exit mobile version