Site icon Berita Kota Makassar

11 RTH Baru di Makassar

MAKASSAR, BKM — Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Makassar masih sangat minim. Pemkot pun berencana menambah 11 titik RTH baru.
Saat ini, RTH di Kota Makassar masih berada di angka 11 persen dari kewajiban setiap daerah sebesar 30 persen dari total luas wilayahnya. Minimnya RTH ini terjadi lantaran pembangunan yang semakin masif.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Andi Iskandar, menyatakan, rencana pembuatan dan peningkatan kawasan RTH ini tidak hanya bersumber dari APBD. Namun juga bekerja sama dengan perusahan-perusahaan melalui program CSR.
Ke-11 titik yang rencananya akan dibangun RTH di antaranya, Taman Titik Nol di Jalan Nusantara, Median Jalan Nusantara, Taman Macan, Taman Pattimura, Taman Indosat, eks Terminal Toddopuli, Perdos Unhas, Median Jalan Perintis Kemerdekaan, Taman Perumahan Minasa Upa, Taman TVRI, dan Taman Kehati.
“RTH ini akan kita upayakan semua berjalan tahun ini. Kalau RTH Toddopuli kan nanti akan ditangani Dinas PU. Itu pembangunan RTH yang paling besar,” kata Iskandar.
Seluruh dokumen dan persiapan pembangunan beberapa RTH tersebut sedang diproses. Iskandar berharap dapat segera dirampungkan. Termasuk kesiapan anggaran dan lahannya.
“Kalau di Taman Titik Nol itu kita masih terkendala lahan. Kita masih menunggu izin dari Kementerian PUPR karena di situ lahan yang dikelola oleh PUPR,” sebutnya.
Meski begitu, Iskandar belum bisa menjelaskan lebih rinci terkait penataan RTH di 11 titik. Namun, khusus pembangunan taman rencananya akan dijadikan sebagai saran berolahraga dan bersantai bagi masyarakat.
“Taman Pattimura akan digunakan untuk diskusi kelompok sehingga akan disiapkan stand layar sebagai media presentasi,” sambungnya.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Nirman Mungkasa, juga mengaku sementara menggenjot pembangunan RTH di kawasan eks Terminal Toddopuli. Lahan yang terbengkalai tersebut disebutnya harus dimanfaatkan.
“Kita tunggu parsial ketiga dahulu. Kalau anggaran sudah ada itu baru bisa kita ajukan tender. Desainnya juga sudah ada kalau RTH Toddopuli,” terangnya.
Ia berharap RTH Toddopuli dapat menjadi sarana umum yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat. “Kan artinya lahan terjaga dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kalau tidak begitu kan lahan tidak terawat bahkan bisa diambil orang,” tukasnya.(rhm)

Exit mobile version