Site icon Berita Kota Makassar

Rumahnya Terendam, Warga Tetap Bertahan

SOPPENG, BKM — Banjir melanda wilayah Kabupaten Soppeng. Air danau Tempe yang terletak di Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriawa meluap hingga setinggi 2 meter. Akibatnya, puluhan rumah warga di Anetue terendam air.
Kondisi ini disebabkan tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Kecamatan Marioriawa. Warga yang tinggal di sekitar danau dan rumahnya terendam banjir tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa pasrah, dan berharap air tidak terus bertambah naik.
Dari pantauan BKM, ketinggian air di rumah warga yang terendam banjir sudah mencapai 50 cm. Beberapa perabot rumah tangga yang ada di dalam rumah pun tergenang.
”Kami biarkan saja seperti itu, Pak. Maumi diapa. Kami hanya membuat bale-bale di atas rumah untuk dijadikan tepat tidur,” kata Haya, salah seorang warga Anitue.
Dengan nada sedih, Haya menjelaskan bahwa dirinya bertahan tetap di dalam rumahnya karena takut terjadi apa-apa jika ia tinggalkan. Meski begitu, perasaan takut dan cemas tetap menghantuinya.
Lurah Kaca Sudarmono saat menemani BKM ke lokasi, menyebut sebanyak 40 rumah di Anetue terendam banjir. Dari 53 kepala keluarga yang bermukim di lokasi tersebut, 10 KK di antaranya telah mengungsi ke rumah keluarganya. Ada juga yang mengungsi sementara di masjid.
”Dari 53 KK yang tinggal di rumahnya masing-masing, sebagian sudah ada yang mengungsi. Tapi ada juga yang masih bertahan di rumahnya,” ujar Sudarmono.
Camat Marioriawa Usman Achmad yang dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (13/7), mengatakan Pemerintah Kabupaten Soppeng sudah menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga Anetue.
”Sudah ada bantuan sembako yang disalurkan. Seperti dari Dinas Pertanian dan Dinas Sosial,” ujar Usman Achmad.
Selain bantuan berupa sembako, tambah Usman, juga disediakan posko pengungsian. Rencananya hari ini, Senin (13/7), Dinas Sosial akan menambah posko pengungsian. (ono/b)

Exit mobile version