Site icon Berita Kota Makassar

Sudah Tiga Bulan Terendam, Ini yang Paling Parah

SOPPENG, BKM — Hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Soppeng hingga kemarin. Bahkan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Akibatnya, volume luapan air danau Tempe makin bertambah dan naik hingga ke daratan yang sebelumnya belum tersentuh.
Pantauan BKM Senin (23/7), khususnya di Anetue, Kelurahan Kaca, ketinggian air semakin parah. Sebelumnya air di rumah panggung milik warga yang hanya setinggi 50 cm, kini terus naik.
Lurah Kaca Sudarmono mengatakan bahwa kondisi air di Anetue sudah semakin naik. Bahkan sudah mulai masuk ke pemukiman warga Kaca. “Air tambah naik, Pak,” ujarnya.
Dia pun berharap pihak terkait bisa sesegera mungkin menyalurkan bantuan. Khususnya tenda bagi warga yang sudah mengungsi. Karena jumlah mereka terus bertambah setiap harinya.
Selain itu, lanjut Sudarmono, warganya saat ini sangat membutuhkan air bersih untuk diminum. Termasuk selimut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng Sahrani yang dikonfirmasi terkait penanganan pengungsi di wilayah yang terdampak banjir, tidak bersedia memberikan penjelasan. Ia menyerahkannya ke humas tim reaksi cepat (TRC).
Dihubungi terpisah melalui telepon selular, Humas TRC Rudinan, mengatakan mengakui jika air di Anetue semakin tinggi akibat luapan Danau Tempe.
”Iya, Pak tambah naik airnya. Sudah hampir tiga bulan terendam, namun sekarang semakin parah,” jelasnya.
Ia menyebut, di Kecamatan Marioriawa ada dua kelurahan yang terendam air akibat luapan danau Tempe. Masing-masing Kelurahan Limpomajang dan Kaca. Ratusan hektare sawah ikut terendam. (ono/c)

Exit mobile version