GOWA, BKM — Pelaksanaan rapid test di Gedung Haji Bate, Jalan Tumanurung, Kabupaten Gowa berlangsung Senin (13/7) sejak pukul 08.00 Wita. Hingga pukul 15.00 Wita, sebanyak 98 warga teregistrasi mengikuti tes cepat yang dilakukan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gowa.
Dari 98 orang pada hari pertama, terdapat tujuh orang yang dinyatakan reaktif. Mereka pun langsung menjalani pemeriksaan swab. Hanya saja, yang ikut diswab hanya enam orang. Satu lainnya menolak.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyaksikan langsung pemeriksaan rapid test ini bersama jajaran Forkopimda. Menurut Adnan, pemeriksaan ini dikhususkan bagi warga Gowa yang mengantongi KTP elektronik.
”Kita melaksanakan rapid test massal ini tujuannya untuk memfasilitasi masyarakat Gowa yang akan beraktivitas ke Makassar dengan surat keterangan bebas covid-19. Ini sesuai yang dipersyaratkan Pemkot Makassar. Karena itu, kami hanya khususkan bagi warga yang ber-KTP Gowa. Kalau ada warga daerah lain yang kebetulan juga mau rapid test di sini, sebaiknya melakukannya di daerah asal masing-masing,” tegas Adnan.
Penegasan itu disampaikan bupati, menyusul banyaknya warga dari luar Gowa yang hendak mengikuti rapid test di daerah ini.
Adnan menerangkan bahwa rapid test ini dimaksudkan untuk mendukung penerapan Perwali Makassar Nomor 36 Tahun 2020, tentang Percepatan Pengendalian Covid-19 yang dikeluarkan Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin. Apalagi, selama ini ada sekitar 40 persen warga Gowa beraktivitas di Makassar.
Dengan adanya perwali tersebut, Adnan selaku kepala pemerintahan di Kabupaten Gowa merasa perlu membekali warganya dengan surat keterangan bebas covid-19 sesuai yang dipersyaratkan pemkot.
” Kami siapkan 1.000 alat rapid test. Mulai Senin ini kita layani warga Gowa yang membutuhkan suket tersebut,” tandasnya didampingi Kepala Dinas Kesehatan Gowa dr Hasanuddin.
Adnan menjelaskan, kelompok masyarakat yang berada di luar sembilan kategori yang dikecualikan tanpa suket masuk Makassar, difasilitasi untuk mendapatkannya. Untuk rapid test kemarin dibatasi 100 hingga 200 orang. Pelayanan akan dibuka beberapa hari ke depan. Bergantung pada animo masyarakat dan disesuaikan dengan keterbatasan alat rapid test yang disiapkannya, yakni 1.000 buah.
“Jadi kita seleksi ketat warga Gowa yang mau mengikuti rapid test ini. Kalau keperluannya ke Makassar hanya sekadar jalan-jalan, maka kita arahkan sebaiknya tinggal saja di Gowa. Tidak usah dulu Makassar. Apalagi mau dapat suket hanya untuk pergiji ngopi di Makassar. Kita lebih utamakan yang memang membutuhkan suket dengan urusan yang penting,” kata Adnan. (sar)
Tidak Usah Dulu ke Makassar kalau Mauji Ngopi
