MASAMBA, BKM — Sedikitnya 18 orang meninggal dunia dalam peristiwa banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Dari jumlah tersebut, 10 orang merupakan warga Desa Radda. Sementara delapan lainnya warga Masamba.
Ketua Basarnas Makassar Unit Palopo Usman Alwy Ansar, mengonfirmasi hal itu ketika dihubungi, Selasa (14/7). Jumlah korban tersebut diperkirakan masih akan bertambah, mengingat banyak warga yang melaporkan sanak keluarganya hilang dan belum ditemukan.
”Untuk saat ini, jumlah korban jiwa berjumlah 18 orang. Masing-masing 10 di Radda dan delapan di Masamba,” ujar Usman Alwy melalui sambungan telepon, kemarin sore.
Pada Senin malam (13/7), banjir bandang terjadi di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Hingga kemarin, timbunan lumpur menutup badan jalan. Termasuk di kantor Bank Sulselbar, rumah dan pertokoan milik warga.
Begitu pula dengan rumah jabatan bupati dan wakil bupati Lutra di Jalan Andi Djemma. Tumpukan lumpur yang memenuhi kediaman orang nomor satu dan dua di Bumi Lamaranginang ini mencapai ketinggian setengah meter.
Sejumlah kendaraan, baik roda empat mapun roda dua tampak teronggok di tengah jalan tertimbun lumpur. Pemiliknya dibantu aparat berusaha mengeluarkannya dari jebakan lumpur.
Saat berita ini dibuat, hujan deras masih melanda kota Masamba. Luapan air bahkan kembali menerjang wilayah ini, kemarin. Puluhan warga berlarian menyelamatkan diri.
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriyani terus bekerja keras memimpin evakuasi warga bersama aparat TNI, polri dan pasukan gerak cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihaknya mendapat dukungan personel bantuan dari BPBD tetangga, seperti Pemkot Palopo, Lutim dan Luwu.
Warga diminta untuk tetap waspada mengantisipasi jika terjadi banjir susulan. Sementara jaringan telekomunikasi masih terputus. Aktivitas warga lumpuh. Material sampah kayu menutup akses jalan di pemukiman warga, yang berakibat pada terhambatnya arus kendaraan.
Pegendara dari arah Palopo atau Makassar yang ingin ke Kota Masamba ataupun Kabupaten Luwu Timur, terpaksa melalui jalan alternatif. Yakni di Desa Baebunta ke Desa Salulemo, Kecamatan Baebunta, dan keluar di Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba.
“Jalur alternatif itu bisa dilalui. Saat ini jalan poros masih tertimbun lumpur dan banyak kayu yang berserakan sehingga belum bisa dilalui,” ujar Bupati Indah, kemarin.
Menyusul peristiwa banjir bandang di Lutra, BPBD Labupaten Luwu menurunkan personelnya. Kepala BPBD Luwu Rahman Mandaria memimpin rapat kesiapan personelnya untuk membantu evakuasi para korban.
“Dari hasil rapat koordinasi, BPBD Luwu mengirim tenaga bantuan kemanusiaan untuk membantu evakuasi warga di Masamba,” kata Rahman Mandaria.
Pemprov Salurkan Bantuan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan langsung mengirimkan bantuan ke lokasi banjir bandang di Masamba. Selain itu, juga terus berkoordinasi dengan Pemkab Lutra dalam menangani para korban.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah turut prihatin atas musibah banjir yang beruntun di Kabupaten Lutra, khususnya di Kota Masamba. Atas nama pemerintah, ia juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah banjir yang menelan korban jiwa ini.
“Atas nama pemerintah menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah banjir yang menelan korban jiwa. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah,” kata Nurdin Abdullah yang sedang berada di Jakarta, kemarin.
Pemprov Sulsel dikatakannya akan mengambil langkah-langkah bersama dengan Pemkab Lutra. Nurdin juga telah meminta Badan BPBD Sulsel untuk memberikan bantuan.
“BPBD provinsi juga saya minta untuk segera bergerak, terutama untuk penyediaan air bersih dan dapur umum,” ujarnya.
Ia juga telah mendapat laporan dari Pemekab Lutra di bawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati yang telah menyiapkan lokasi pengungsian, baik di kantor DPRD dan kantor bupati. Jika ada yang mengalami masalah kesehatan ditangani di rumah sakit.
Selanjutnya, ia akan segera turun memantau, melihat dan sekaligus menssuport untuk segera dilakukan rekonstruksi. Terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.
“Saya berharap kita bersatu padu untuk bersama-sama melakukan upaya pemulihan agar masyarakat bisa hidup normal kembali,” ucapnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani melalui sambungan telepon sesaat setelah kejadian.
“Sudah ada komunikasi. Sekarang di Masamba ini signal lemah dan ini menghambat kita berkomunikasi. Tetapi semalam Ibu Bupati sudah menyampaikan kondisi yang ada,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Ni’mal Lahamang menuturkan, bantuan telah dikirimkan ke lokasi bencana. Tim Reaksi Cepat BPBD Sulsel sudah menuju Masamba di waktu pagi.
“BPBD Sulsel sudah membawa bantuan ke Masamba. Juga ada satu unit mobil tangki untuk penanganan pembersihannya pascabanjir bandang,” ujarnya.
Adapun bantuan logistik awal yang disalurkan, yakni sembako 150 paket, makanan siap saji 120 paket, shelter 20 paket, serta hyginies kit 20 paket. (wan-nug)
