MAROS, BKM — Delapan rumah yang terdiri dari rumah panggung dan rumah permanen yang berada di Jalan Taufik, Kecamatan Turikale, dilahap si jago merah, Rabu siang (15/7) sekitar pukul 12.30 Wita. Berdasarkan keterangan warga, api bermula dari tengah rumah warga yang semi permanen.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Satpol PP Kabupaten Maros, Lotang, mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut diduga karena arus pendek listrik. Hal itu diperkuat dengan api pertama kali terlihat di atas rumah warga.
”Kami tidak bisa memastikan secara pasti penyebab utama kebakaran ini. Namun kuat dugaan akibat arus pendek listrik. Karena api pertama kali muncul di atap rumah. Apinya pun langsung besar di bagian atas rumah,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui kemarin.
Untuk memadamkan api, armada pemadam kebakaran yang dikerahkan sebanyak enam unit mobil. Dua mobil penambak air, dan empat mobil penyuplai air. Karena api telah membesar maka pemadam kebakaran membutuhkan 8 kali bolak-balik untuk mengisi tangki air.
Kencangnya hembusan angin di lokasi kebakaran kata Lotang, membuat timnya kesulitan memadamkan api. Bahkan api sempat menjalar ke beberapa rumah warga di sekitar lokasi kebakaran.
”Kami membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk memadamkan api sampai proses pendinginan. Kami cukup kesulitan karena angin cukup kencang, dan warga berkerumun di jalan. Sehingga mobil pemadam sempat tertahan saat hendak memasuki lokasi,” jelasnya
Api yang terus membesar akhirnya menjalar ke 7 rumah lainnya, sehingga mengakibatkan 4 rumah rusak berat, dan 4 lainnya rusak ringan. ”Ada 8 unit rumah yang terkena dampak dari kebakaran ini. Empat rumah mengalami rusak berat dan empat lainnya rusak ringan,” ucapnya.
Sampai sejauh ini kata Lotang, pihaknya belum bisa merinci berapa total kerugian yang diakibatkan kebakaran tersebut. Mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau, Lotang mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan kebakaran.
””Apalagi bagi warga yang masih menggunakan tungku api dan yang suka membakar sampah, agar betul-betul menjaga dan memperhatikan. Jangan sampai mereka meninggalkan pekerjaannya sementara api masih menyala. Karena kalau tertiup angin dan mengenai benda yang mudah terbakar tentu akan terjadi kebakaran,” terangnya.
Sementara itu, Manajer PLN Rayon Maros, Ahmad Amirul Syarif menjelaskan, banyaknya kebakaran yang dipicu oleh arus pendek listrik merupakan salah satu dilema bagi masyarakat. Dia menjelaskan, penggunaan kabel dan elektronik berlebihan di dalam rumah tangga bisa jadi memicu kebakaran.
”Apalagi masih banyak rumah tangga yang menggunakan kabel kecil. Sementara kebutuhan eletronik mereka setiap saat ditambah. Penggunaan barang elektronik yang melebih kapasitas kabel yang digunakan,” terangnya. (ari/mir/c)
Delapan Rumah Dilalap Si Jago Merah
