MAKASSAR, BKM — Bakal calon wali kota Makassar Irman Yasin Limpo alias None kini telah berada kembali di Makassar, setelah beberapa hari di Jakarta. Mantan kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini berada di ibu kota negara sejak Jumat (10/7) dan balik ke Makassar pada Selasa malam (14/7).
Keberadaan None di Jakarta erat kaitannya dengan komunikasi politik yang dilakukannya pada sejumlah elite partai. Kabar yang diperoleh, None membangun komunikasi dengan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar HAM Nurdin Halid. Juga dengan Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo, yang tak lain adalah kakaknya sendiri. Termasuk bertemu dengan sejumlah elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Hasilnya, diperoleh informasi jika DPP PKS telah mengalihkan dukungannya dari pasangan Syamsu Rizal alias Deng Ical-Dokter Fadli Ananda (Dilan), ke None yang berpasangan dengan Andi Zunnun Halid.
Anggota Fraksi PKS DPR RI Andi Akmal Pasluddin yang dimintai tanggapannya soal pleno DPP yang kabarnya mengalihkan dukungan ke None, membantahnya. Ia pun menegaskan, dukungan PKS sudah ke Dilan.
Meski demikian, Akmal yang pernah tercatat sebagai ketua DPW PKS Sulsel mengaku tidak tahu jika tetiba ada perubahan. “Tidak tahu kalau ada perubahan. Belum ada kabar terbaru ini,” tulis Akmal.
Seperti diketahui, None-Zunnun sudah mengantongi dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengontrol lima kursi, serta dukungan Partai Golkar juga dengan lima kursi.
Ketua DPD II Golkar Makassar Farouk M Betta yang dihubungi, mengaku belum mengetahui adanya tambahan dukungan partai untuk None-Zunnun jelang pilwali. “Saya tidak tahu dan belum ada informasi yang saya terima,” ujar Aru, panggilan akrab Farouk.
None juga yang berusaha dihubungi Rabu malam tadi, tidak berhasil.
Apakah betul PKS mengalihkan dukungannya? Pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono menilai jika pengalihan itu bukan kejutan lagi. Mengingat PDIP yang dikabarkan bersama Dilan, maka PKS yang secara nasional memang berseberangan dengan PDIP hampir pasti akan meninggalkan Dilan, entah ke None atau ke siapa. “Yang pasti, jika PKS hengkang dari Dilan, maka praktis Dilan akan kekurangan dukungan partai karena kursi PDIP tidak akan cukup. Yang menarik adalah, bagaimana jika PDIP ikut hengkang dari Dilan karena persoalan internalnya, dan mengalihkan dukungannya ke calon lain juga?” tanya Arief.
Dosen komunikasi politik dari UIN Alauddin Firdaus Muhammad mengemukakan, bila pengalihan usungan partai sangat mungkin terjadi. Bukan hanya mencukupkan kursi, tapi juga manuver mengembosi lawan politik.
“Ambisi politik sampai pada upaya agar lawan politik kehilangan kursi partai pengusung hingga gagal maju,” jelas Firdaus. (rif)
PKS ke None, Pengamat: Bukan Kejutan
