Site icon Berita Kota Makassar

Rudy Diminta Lepas Jabatan Kadis PUPR

MAKASSAR, BKM — Hubungan antara eksekutif Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mulai terganggu. Koordinasi keduanya tak lagi sinergi. Salah satu penyebabnya, rangkap jabatan yang diemban Prof Rudy Djamaluddin sebagai pelaksana tugas (plt) wali kota Makassar, yang juga sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulsel.
Ia dinilai telah mengabaikan tugas dan tanggung jawab sesungguhnya selaku pj wali kota. Hal itu ditegaskan anggota DPRD Makassar Hamzah Hamid. Salah satu indikator yang disampaikan, Rudy tak menghadiri rapat paripurna dengan agenda penjelasan wali kota Makassar tehadap Rancangan Peraturan Daarah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019, yang dilakukan Jumat(17/7).
”Ini bukti kegagalan penjabat wali kota dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya. Seharusnya paripurna ini dihadiri oleh pj wali kota. Anggota dewan cukup antusias untuk hadir, karena ini merupakan pertemuan perdana. Tapi katanya pj wali kota sedang tidak di Makassar. Padahal kehadirannya sangat dibutuhkan, karena ini terkait kepentingan masyarakat Makassar,” cetus Hamzah Hamid.
Menyusul kejadian ini, Hamzah meminta Rudy bersedia melepaskan jabatan lainnya di pemprov lalu fokus di Makassar. ”Nanti kita akan sampaikan usulan ini di rapat pandangan fraksi. Kami tidak akan tolerir kalau tidak datang lagi,” tandasnya.
Legislator lainnya, Muh Ansar mendorong perlunya menginisiasi pergantian Rudy selaku kadis PUPR Sulsel, agar tugas dan tanggung jawabnya bisa maksimal. Terutama dalam percepatan penanganan covid-19.
”Tugas besar pj ke depan adalah bagaimana covid-19 bisa tertangani dengan baik. Apalagi menjelang pilwali. Ini memerlukan konsentrasi dan kerja keras. Kalau perlu gubernur meminta Rudy untuk mundur dari jabatannya di pemprov,” kata Ansar.

Pantau Penerapan Perwali

Pada hari Sabtu (17/7), Rudy melakukan pemantauan langsung penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19. Kunjungan pertama di posko pemeriksaan keluar masuk Makassar-Maros, Moncongloe. Kedua Pasar Maricaya Makassar.
Di lapangan, Rudy menemukan semakin banyak masyarakat sadar dengan protokol kesehatan. Terutama penggunaan masker dan jaga jarak.
“Kita melihat perwali ini efektif untuk mendorong kesadaran masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan. Kalau ini bisa kita tingkatkan, dibarengi dengan sinergitas bersama TNI Polri dan petugas terkait, kita yakin dan percaya kita mengendalikan covid,” katanya.
Sementara random rapid test yang dilakukan petugas kepada pelanggar batas kota sejak diberlakukan Senin (13/7) lalu, laporan yang diterima Rudy, hasilnya semua nonreaktif.
“Ini menandakan bahwa masyarakat semakin sadar bahwa mereka harus mempersiapkan kesehatannya semakin prima untuk melawan virus ini,” pungkasnya.

Positif Bertambah Delapan Orang

Korban meninggal dunia akibat covid-19 di Makassar terus bertambah. Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas Prof Arifuddin Djuanna mengembuskan napas terakhir setelah dinyatakan positif corona. Juga Kepala Sub Bagian Akuntansi Rumah Sakit Umum Pusat Dr Wahidin Sudirohusodo Sulihing, dan Andriani Fadhli, perawat ICU RSUP Wahidin. Mereka berpulang setelah beberapa hari menjalani perawatan.
Selain itu, Universitas Hasanuddin juga telah menerima hasil test swab terhadap 1.000 dosen yang menjalani rapid test. Dari jumlah itu, sebanyak 19 orang menunjukkan hasil reaktif. Delapan orang di antaranya positif covid-19. Sebanyak 25 orang pegawai Unhas yang positif telah menjalani karantina.
Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah, mengatakan beberapa bulan terakhir virus corona memang menyerang hampir tiap lembaga di Universitas Hasanuddin. Sebelum dekan FK Unhas dan beberapa pejabat Unhas juga dinyatakan positif.
Guru Besar FK Unhas Prof Arifuddin Djuanna sebelum mengembuskan napas terakhir, telah lebih dulu masuk ruang isolasi selama 20 hari.
“Kita sangat berduka dan berterima kasih atas dedikasi dan pengabdian alm Puang Pudding (Prof Arifuddin) di lingkup kampus, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Kita banyak kehilangan orang-orang yang berjasa yang membangun Unhas karena virus ini. Semoga saja wabah ini segera berakhir,” ujar Suharman Hamzah, Jumat (17/7).
Terkait dosen dan pegawai di lingkup Unhas yang positif covid, Suharman mengaku bahwa sebelum hasil swab keluar, mereka telah diarahkan untuk isolasi. Karena mereka semua berada pada kondisi sehat atau tanpa gejala. (ita-rhm)

Exit mobile version