Site icon Berita Kota Makassar

Gondol Sepeda, Tiga Remaja Diamankan

MAKASSAR,BKM — Tim Reskrim Polsek Rappocini menggulung tiga orang remaja, mereka ketiganya masing-masing berinisial YN (17), KR (17), dan AD (16), ketiganya dihadapkan laporannya dalam tindak pidana pencurian pemberatan (Curat).
Menurut Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Nurtjahyana, ketiga remaja diamankan itu berdasarkan laporan korbannya. Dari keterangan korban seorang wanita bernama Pradita (35), menyebutkan, sepeda miliknya digondol maling.
”Kami setelah menerima laporan korban dengan sigap ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan penyelidikan. Alhasil pelaku teridentifikasi dari jepretan kamera CCTV. Perburuan dilakukan dan satu persatu terduga pelaku berhasil diamankan di lokasi berbeda,” jelas Kanit Reskrim.
Dari penangkapan seorang pelaku berinisial KR. Ia mengakui perbuatannya bahwa dirinya betul terlibat melakukan pencurian dua unit sepeda di Jalan Bonto Tangnga, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini.
”Pelaku (AR) mengaku terlibat menggondol sepeda seharga Rp8,5 juta di Jalan Bonto Tangnga, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini. Katanya dia tidak seorang diri. Namun ada beberapa rekannya. Bahkan di atara mereka rekannya yang terlibat itu salah satunya merupakan eksekutor,” terang Kanit Reskrim.
Setelah sejumlah rekan pelaku dikantongi, sambung Kanit Reskrim, selanjutnya dilakukan pengembangan. Hasilnya dua kawanan pelaku berhasil diamankan. Keduanya diamankan di Jalan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, pada hari Senin (20/7).
”Keterangan ketiga kawanan pelaku menyebutkan bahwa betul dirinya terlibat melakukan pencurian. Tidak hanya di Jalan Bonto Tangnga. Namun juga mereka kawanan pelaku ini pernah juga menggondol sepeda di Jalan Makkio Baji, Kecamatan Rappocini, tepatnya di Perumahan Dosen UNM, kemudian sepeda itu dijual lewat medsos, hasilnya mereka bagi-bagi,’ terang Iptu Nurtjahyana lagi.
Dia melanjutkan, selain mengakui perbuatan dan menyebutkan keterlibat tiga rekannya yang masih buron itu, pelaku juga mengakui peranannya masing-masing.
”Mereka ketiganya punya peranan masing-masing. Tapi kebenarannya bisa kami ketahui setelah mereka tertangkap ketiga buron itu. Kasusnya masih dalam pengembangan,” tandasnya. (ish/mir/c)

Exit mobile version