MAKASSAR, BKM — Regulasi telah mengatur bahwa seorang aparatur sipil negara (ASN) yang maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) harus mengundurkan diri. Termasuk pada pemilihan wali kota (pilwali) Makassar.
Ada dua orang ASN berstatus pejabat yang akan bertarung pada pilwali Makassar 9 Desember mendatang. Masing-masing Irman Yasin Limpo dan Abdul Rahman Bando.
Irman saat ini masih menempati posisi sebagai staf ahli gubernur Sulsel. Sementara Rahman Bando merupakan kepala Dinas Perinakan dan Pertanian Kota Makassar.
Hingga kemarin, bakal calon wali kota Irman YL belum juga mengundurkan diri dari status selaku ASN. Padahal ia semakin intens di panggung politik menjelang pilwali. Khususnya dalam perburuan partai. Bahkan hampir pasti None –sapaan karibnya– akan berpasangan dengan Andi Zunnun, putra dari Ketua DPD Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Imran Jauzi, mengatakan Irman YL masih masih berstatus ASN dengan jabatan sebagai staf ahli gubernur. Hak-haknya pun sebagai ASN hingga saat ini masih diberikan. Walaupun begitu, Imran menyebut None tidak lagi seaktif dulu dalam menjalankan tugas-tugasnya.
“Kadang-kadang saya masih ketemu (di kantor), walaupun jarang. Iya, beliau sudah tidak seaktif dulu. Apalagi saya lihat di media, banyakmi kegiatannya beliau di luar,” kata Imran, Senin (20/7).
Meski begitu, menurut Imran, None masih menerima haknya sebagai ASN. Seperti gaji, tunjangan jabatan, hingga tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) tetap diberikan kepadanya.
“Hak kepegawaiannya masih dapat sampai beliau mengundurkan diri. Selama ini beliau masih dapat gaji, tunjangan staf ahli, dan TPP. Tapi TPP yang didapatkan tidak sebanyak pegawai yang aktif, karena TPP kan harus ada kinerja, kehadiran, disiplin,” jelasnya.
Hingga saat ini, Imran juga belum mendapatkan surat pengunduran diri dari None. Pemerintah pun, dikatakannya juga tidak mendesak None untuk segera mundur dari ASN.
Pasalnya, sesuai undang-undang yang berlaku, Imran menambahkan, ASN yang menyatakan diri untuk maju pilkada harus mengundurkan diri setelah resmi ditetapkan menjadi calon. Sementara None hingga saat ini belum secara resmi menjadi calon wali kota Makassar.
“Pada saatnya nanti, beliau resmi maju, pasti akan mengundurkan diri. Di undang-undang kita, resmipi menjadi calon baru berhenti, mengundurkan diri. Jadi nanti setelah maju baru berhenti,” tandasnya.
Terkait hal ini, BKM telah berusaha untuk menghubungi Irman. Sejak Minggu (19/7) hingga Senin (20/7), upaya konfirmasi tak juga ditanggapi oleh mantan kepala Dinas Pendidikan Sulsel. Demikian pula timnya, tak ada satupun yang bersedia memberi komentar.
ARB Pensiun Dini
Hal berbeda dilakukan Abdul Rahman Bando (ARB). Bakal calon wakil wali kota yang disebut-sebut akan mendampingi Munafri Arifuddin ini mempersiapkan diri untuk ikut dalam konstestasi.
Sebagai salah satu syarat maju, ia harus melepaskan atributnya sebagai seorang ASN. Dia pun sudah mengajukan pengunduran dirinya dan memilih untuk pensiun dini. Walaupun saat ini dia tercatat sebagai pejabat eselon IIb lingkup Pemkot Makassar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar Basri Rakhman, membenarkan jika ARB sudah mengajukan surat pengunduran dirinya.
“Tapi sebenarnya bukan pengunduran diri. Dia mengajukan pensiun dini. Suratnya masuk pada tanggal 2 Juli lalu,” ungkap Basri saat dihubungi BKM, Senin (20/7).
Basri mengatakan, pengajuan surat itu sementara diproses dan sudah disampaikan ke BKN. Dia memperkirakan proses pengajuan pensiun dini tersebut sudah bisa rampung dan diselesaikan awal Agustus mendatang.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin juga membenarkan jika surat pengunduran diri ARB sudah masuk.Dia menekankan, aparat ASN Pemkot Makassar harus menjaga netralitas.
“Aturan pilwali sudah jelas. Siapa yang ingin masuk sebagai kontestan harus mundur dari ASN,” jelasnya.
Dia menambahkan, saat ini status ARB masih sebagai ASN Pemkot Makassar, karena surat permohonan pengunduran dirinya masih berproses. Sehingga belum terpikirkan untuk mencari gantinya.
“Belum mundur tawwa dia, jadi jangan dulu dicarikan penggantinya,” tandasnya. (nug-rhm)
