MAROS, BKM — Bagian Sumber Daya atau Bagsumda Polres Maros menggelar sosialisasi budaya organisasi berkeunggulan melalui penilaian 13 kompetensi individu personel Polri dan PNS Polri dilingkungan Polres Maros bertempat di aula lantai 2 gedung Promoter Polres Maros, Senin (20/7).
Kegiatan sosialisasi ini dipimpin langsung Kabagsumda Polres Maros, Kompol H Sainuddin. Hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Kasubbagpers, Iptu Syafri, perwira staf Polres dan Polsek serta para Kasium Polsek dan Bintara Urmin Polres Maros.
Kabagsumda Kompol H Sainuddin dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini digelar sebagai tindak lanjut hasil zoom bersama ASSDM Polri beberapa hari yang lalu untuk diteruskan sampai ke jajaran Polsek.
Salah satu hasil zoom yang inti, yakni terkait SDM anggota Polri dalam pengelolaannya memerlukan pembinaan khusus, berbeda dengan sumber daya lainnya. ”Hal ini dimaksudkan agar SDM ini tidak mengalami penurunan kualitas. Sehingga perlu dikembangkan secara berkesinambungan, efektif, efisien, dinamika Kamtibmas dan perkembangan informasi teknologi,” urai Kompol Sainuddin.
Lanjut Kabagsumda memaparkan, arahan ASSDM bahwa Presiden RI, Joko Widodo dalam beberapa kesempatan menegaskan, Indonesia tidak gentar dalam menghadapi persaingan global. SDM Indonesia harus unggul, memiliki kreativitas, inovasi hingga kecepatan untuk bersaing secara global. Sehingga mampu menguasai bangsa-bangsa lain di dunia.
”Sekarang ini diperlukan kolaborasi dan sinergi. Hal ini sejalan visi dan misi presiden terkait prioritas pembangunan SDM. Selanjutnya program Kapolri dengan program prioritas mewujudkan SDM yang unggul, proaktif dan berbasis informasi teknologi, pembinaan pola Diklat yang siap kerja, penguatan sinergitas fungsional dan pembenahan karier berdasarkan penghargaan dan kompetensi,” sambungnya.
Dijelaskan pula, sosialisasi budaya organisasi berkeunggulan melalui penilaian 13 kompetensi individu personel Polri dan PNS Polri merupakan produk kreatif untuk memberikan sumbangan pikiran yang bersifat konstektual strategis dalam menciptakan Polri yang berdaya, berkeunggulan melalui penilaian kompetensi setiap personil secara transparan dan akuntabel agar keadilan dapat tegak.
Ke 13 aspek itu, antara lain penilaian kinerja anggota dan PNS Polri pada SMK, penelitian pencatatan anggota dan PNS Polri, kesehatan jasmani dan rohani, psikologi, akademik, data pribadi, pendidikan, kecakapam bahasa, jenjang kepangkatan, jenjang jabatan, tanda jasa yang dimiliki. Hasil akhir kompetensi masing-masing diharapkan dapat meningkatkan kinerja melalui peningkatan prestasi kinerja, pengembangan potensi dan karier personil yang bersangkutan, serta mengembangkan manajamen organisasi dalam lingkungan kerja
Selain itu dapat digunakan memenuhi syarat segi pengetahuan ketrampilan, sikap dan perilaku untuk memperoleh personil yang layak untuk meningkatkan kinerja baik dalam seleksi, sekolah, pangkat dan jabatannya.
”Saya harapkan seluruh peserta sosialisasi sungguh-sungguh memahami budaya organisasi berkeunggulan, sehingga dapat terpilih menjadi personil yang berprestasi di semua jenjang kepangkatan dan layak mendapatkan reward, begitupula sebaliknya mendapatkan funishment,” tutupnya. (ari/mir/c)
Polres Maros Gelar Sosialisasi Budaya Organisasi
