BULUKUMBA, BKM–Ketua Dewan Pembina Partai Nasdem Kabupaten Bulukumba, Kamaluddin Jaya, turut angkat bicara terkait digesernya posisi Tomy Satria Yulianto sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem.
Kamaluddin Jaya yang ditemui langsung di kediamannya di Jalan AP Pettarani, Kelurahan Tanah Kongkong, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba, mengungkapkan, bahwa ia belum menerima keterangan resmi dari DPW terkait informasi tersebut.
Tetapi kalaupun informasi tersebut benar adanya, menurutnya Nasdem telah mengambil keputusan yang kurang tepat.
“Saya rasa kalau ada pergantian ketua pada situasi menjelang pemilu ini, kurang tepat,”ujar Kamaluddin, Senin (20/7).
Bagaimana tidak, lanjutnya, pergantian TSY (Akronim nama Tomy Satria Yulianto, red) oleh Arum Spink, berpotensi akan menimbulkan perpecahan dalam kepengurusan DPD, hingga ke basis suara Partai Nasdem itu sendiri.
Selain itu menurut mantan ketua sekaligus deklarator Nasdem Bulukumba tersebut, secara prestasi TSY masih layak menjadi Ketua DPD.
“Di bawah kepemimpinan TSY, Nasdem berhasil menjadi peraih suara terbanyak pada Pileg di Kabupaten Bulukumba 2019, dan berhasil mendudukan kader menjadi pimpinan DPRD,” ungkapnya.
Meskipun demikian, sebagai orang yang cinta terhadap Partai Nasdem, menurut Kamaluddin Jaya, ia tetap menghargai apapun keputusan dari partai.
Tetapi terkait Pilbup Kabupaten Bulukumba, secara pribadi Kamaluddin Jaya, berpandangan bahwa sebagai salah satu partai besar di Kabupaten Bulukumba, partai besutan Surya Paloh tersebut seharusnya mengusung kadernya sebagai calon kosong satu (calon bupati).
“Nasdem itu partai besar, jadi sudah sepatutnya mengusung kadernya menjadi kosong satu,” tandas Kamaluddin Jaya.
Nasdem sebagai partai baru kala itu, di bawah kepemimpinan Kamaluddin Jaya, berhasil meraup satu fraksi penuh (mendudukkan 4 kader) di DPRD, dan selain itu juga, Nasdem berhasil memenangkan pasangan Sukri – Tomy, pada Pilbup Bulukumba 2015 lalu. (min/rif/c)
Angkat Bicara Soal Penggantian Ketua Nasdem
