MAKASSAR, BKM — Banjir bandang yang melanda wilayah Luwu Utara telah merusak berbagai sendi kehidupan di daerah tersebut. Hingga kemarin, tercatat sudah ada 39 orang korban yang ditemukan meninggal dunia. Dari jumlah itu, 34 di antaranya berhasil diidentifikasi. Sementara lima lainnya belum terindentifikasi.
Adapun korban luka sebanyak 19 orang. Sebanyak 67 orang masih dalam pencarian. Kerugian materil akibat bencana yang terjadi Senin malam (13/7) ini diperkirakan mencapai Rp50 miliar.
Polda Sulsel melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kombes Pol Ibrahim Tompo, merinci infrastruktur yang terdampak banjir. Yakni rumah jabatan bupati dan wabup di Masamba. Fasilitas ibadah sebanyak 13 unit, di antaranya Masjid Agung Syuhada Masamba, Bank BRI, dan Puskesmas Masamba.Markas Koramil Masamba dan kantor Bawaslu Lutra juga terdampak. Demikian pula sejumlah pusat pertokoan. Taman Sulikan, Hotel Remaja dan Wisma Yuniar, Masjid Al Khair Masamba, serta kantor Desa Radda. Banjir juga memutus jembatan Baloli, yang menghubungkan Kecamatan Masamba dengan Desa Maipi.
Termasuk sembilan unit fasilitas pendidikan. 4.202 rumah penduduk. Tiga unit fasilitas kesehatan. Serta delapan unit kantor pemerintahan.
Akses jalan sepanjang 12,8 kilometer juga terdampak. Fasilitas umum berupa RTH dua unit. Jaringan air bersih 100 meter. Bendungan irigasi dua unit. Satu unit pasar tradisional. 60 unit usaha mikro. Dua unit usaha perbankan. Empat unit bengkel. Satu bandara. Lahan pertanian yang terkena dampak seluas 219 hektare, serta 241 hektare areal perkebunan.
Ribuan warga yang mengungsi kini menempati 19 posko dan tersebar di berbagai titik. Untuk membersihkan sisa-sisa material banjir, puluhan kendaraan berat diturunkan ke lokasi. Masing-masing eskavator 18 unit, empat buldozwer, dan 50 dump truk.
”Arus lalu lintas di Masamba, khususnya di Desa Radda, Kecamatan Baebunta dan Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba sudah bisa dilalui kendaraan. Namun sifatnya buka tutup arus, karena masih dalam tahap pembenahan serta pembersihan jalan raya,” jelas Kombes Ibrahim Tompo.
Khusus jalan protokol dari Jalan Jenderal Ahmad Tani ke arah Luwu Timur, belum bisa dilalui kendaraan. Penyebabnya, di jembatan Masamba masih dalam tahap pembenahan dan pembersihan.
Namun untuk ke arah Luwu Timur bisa diakses melalui jalan alternatif di Jalan Andi Djemma tembus Jalan HOS Cokroaminoto hingga keluar Jalan Sultan Hasanuddin poros Masamba.
Ibrahim juga menyebutkan, ada 312 personel BKO Polri/Polda yang diterjunkan untuk membantu penanganan pascabanjir. Selain itu, anggota gabungan kepolisian juga menggelar dapu umum dengan membagikan 1.000 bungkus nasi bagi pengungsi yang dilaksanakan setiap hari. Juga pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas jalan trans Sulawesi pada dua lokasi pembersihan material lumpur, yaitu Desa Radda, Kecamatan Baebunta dan Keluraha Bone, Kecamatan Masamba.
Pencarian korban masih terus dilakukan pascabanjir. Tak lupa pelaksanaan deteksi dan lidik di lokasi pengungsian guna mengantisipasi pencurian dan penjarahan.
Juga didirikan trauma healing di rumah jabatan wakapolres Lutra. Kegiatan ini melibatkan personel Biro SDM Polda Sulsel dipimpin Kompol Fantri Taherong. Didirikan pula posko DVI di Rumah Sakit Hikmah.
Kapolres Luwu Utara AKBP Agung Danagirto turun langsung melakukan trauma healing kepada anak-anak pengungsi TNI-Polri di penampungan Desa Radda. Turut hadir Dandem Sibang II Letkol Zeni CH Satari, Dandim 1403 Sawerigading Letkol Inf Gunawan, Danki Brimob Subden 3 Baebunta AKP Laode Rusli, serta Ketua DPRD Lutra Basir.
Kapolres Lutra berharap kegiatan ini bisa menghilangkan trauma anak-anak akibat banjir bandang yang dialami dan mengembalikan keceriaan mereka.
Dalam bencana banjir bandang ini, tercatat ada 45 rumah personel Polres Lutra yang terdampak. 10 di antaranya rusak berat, dan 35 rusak ringan. Sementara rumah personel polri yang bertugas di luar Polres Luwu Utara sebanyak tiga unit.
Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Sulsel Darmawangsyah Muin berharap agar pembangunan insfrastruktur di Masamba harus dipercepat. Setelah terjadinya bencana, pemerintah kabupaten akan didampingi pemerintah provinsi untuk membangun kembali fasilitas yang telah rusak. Dia pun mengapresiasi kerja-kerja yang telah dilakukan personel Polri dan TNI di lokasi bencana.
”Kita akan mencoba mendorong tambahan dana bantuan provinsi ke Luwu Utara. Soal besarannya nanti kita bicarakan antara banggar dan TAPD,” ujarnya. (*-rif)
67 Orang Masih Dicari, Kerugian Rp50 Miliar
