Site icon Berita Kota Makassar

Naisyah Akui Perokok Rentan Terpapar Corona

MAKASSAR, BKM — Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan, hingga saat ini, belum ada referensi jika asap rokok rentan membawa virus korona.”Jadi belum ada referensi ilmiahnya yang saya baca,” ungkapnya saat dihubungi BKM, Rabu (22/7).
Namun, kata Naisyah, asap rokok ada relevansinya dengan virus korona karena sama-sama menyerang paru-paru.
Orang yang kerap merokok lebih rentan terkena penyakit yang berhubungan dengan paru-paru. Bayangkan jika orang yang merokok terkena virus korona, maka tingkat bahaya terhadap paru-paru akan jauh lebih besar dibanding yang tidak merokok.
“Jadi virus korona bisa menyerang saluran pernapasan. Rokok mengganggu pernafasan. Bisa semakin parah penyakit paru-nya jika orang yang suka merokok dan sudah terkena penyakit, kemudian diserang oleh korona,” jelas Naisyah.
Dia menambahkan, virus korona tidak hanya menyerang saluran pernapasan saja melainkan juga fungsi orang tubuh lainnya. Termasuk akan memperparah penyakit bawaan bagi pasien penderita diabetes, jantung, hingga tekanan darah tinggi.
Lebih jauh dia mengemukakan, sebelum virus korona menyerang, sebenarnya Pemkot Makassar sudah gencar menginformasikan bahaya merokok ke masyarakat. Termasuk memperkenalkan penerapan Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok. Karena asap rokok itu memang berbahaya dihirup oleh perokok pasif, khususnya bagi anak dan ibu hamil.
Perda yang diinisiasi oleh DPRD Kota Makassar tersebut mengatur tempat-tempat mana saja yang dilarang merokok.
Namun sayang, kata Naisyah, sosialisasinya sedikit kendor setelah virus korona datang menyerang. Pemkot lebih maksimal menangani covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus mematikan tersebut.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar juga tidak membenarkan jika asap rokok dapat menyebarkan virus corona.
Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin dengan tegas mengatakan itu hoax. Tidak ada hubungannya asap rokok dengan penyebaran virus corona.
Namun ia mengatakan, masyarakat tetap harus warpada terhadap orang yang merokok di dekat kita. Pasanya, jika perokok tersebut adalah orang positif Covid-19, virus tersebut dapat dikeluarkannya dan virusnya dapat bertahan di udara dalam partikel yang dikenal sebagai aerosol.”Jadi bukan asap rokoknya yang memyebarkan virus, tapi aerosolnya,” kata Yudi sapaannya.
Aerosol secara teknis merujuk pada partikel padat yang ada di udara. Aerosol ini bisa dikeluarkan orang bahkan ketika ia hanya sedang bernafas atau mengeluarkan udara dari mulutnya.
“Contoh saya umpamakan begini, misalnya saya lagi minum soda, sendawa. Nah gasnya ini lah yang membuat penularan, penyebabnya bisa itu. Bukan karena sodanya. Jadi kalau asap rokoknya tidak, tapi itu pasti dihembuskan,” jelasnya.(rhm-nug)

Exit mobile version