Site icon Berita Kota Makassar

Rudy: Kita Harus Ketat Lagi

MAKASSAR, BKM– Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin berjanji akan semakin mengoptimalkan pendisiplinan protokol kesehatan agar pandemi covid-19 bisa segera berakhir.

Menurut Rudy, dari hasil evaluasi Tim Epidemiologi Makassar, puncak grafik masyarakat yang terpapar covid-19 di Kota Makassar cenderung menurun. Kecenderungan penurunan tersebut disertai angka reproduksi efektif (Rt) corona memasuki angka 0,9.
“Ini merupakan hal yang baik dan saya sepakat usulan petugas untuk memberikan warning bagi kita semua. Bahwa kita harus lebih ketat lagi, lebih tegas lagi, untuk bisa menjamin kurva tersebu semakin turun. Jadi kita harus jaga ini,” katanya saat mengikuti Web Seminar (Webinar) dalam rangka mengoptimalkan Pendisiplinan Protokol Kesehatan Guna Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19, di Balai Prajurit, Jalan Jendral Sudirman, Kamis (23/7).
Ia menambahkan, jika seluruh program TNI, Polri, dan satuan gabungan terkait untuk pengendalian covid-19 dipadukan, dirinya percaya penularan covid-19 bisa terkendali.
“Kunci keberhasilan pengendalian covid dengan melaksanakan pengawasan lebih ketat dan tegas, untuk bisa memastikan warga melaksanaan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau warga terbiasa, Isnyaallah Makassar bisa masuk new normal,” jelasnya.
Sementara itu, juru bicara Tim Epidemiologi Makassar, Ansariadi, mendukung hadirnya peraturan daerah (perda) untuk menyandingkan Perwali Nomor 36 Tahun 2020 tentang penanganan covid-19 yang sudah berjalan. Mengingat, masyarakat masih banyak mengesampingkan protol kesehatan covid-19.
“Kita mendorong dengan adanya usulan perda dan tambah dengan Perwali yang sudah ada. Sehingga bisa lebih tegas dan kepastian hukumnya lebih bagus lagi,” pungkasnya.
Selama ini, sanksi yang diberikan kepada para pelanggar protokol kesehatan memang belum terlalu ketat. Dominan masih sebatas pada sanksi sosial. Misalnya diminta push up, membersihkan dan lainnya.(rhm)

Exit mobile version