MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar mulai prihatin dengan kondisi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar yang menurun. Olehnya itu, dewan meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mengoptimalisasi sumber Pendapatan baru.
Anggota Komisi B DPRD Makassar Bidang Keuangan dan Ekonomi, Rezky mengatakan, hingga kini capaian yang bisa didapatkan Pemkot Makassar dalam sektor pajak daerah baru terealisasi diangka Rp1 triliun lebih, sedangkan targetnya Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun di tahun 2020. Meski begitu, Bapenda masih punya waktu untuk merealisasikan penerimaan pendapatan daerah hingga memenuhi target.
“Realisasinya katanya Rp1 triliun tapi itu masih dibagi lagi setorannya ke pemkot, ke retribusi, deviden dan lain-lain. Makanya pemerintah kota Makassar dalam hal ini Bapenda harus mencari lagi sumber-sumber PAD yang potensial yang bisa dijadikan pemasukan di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang,” ungkapnya rapat komisi gedung DPRD Makassar, akhir pekan lalu.
Legislator Demokrat Makassar ini juga menjelaskan, bahwa sumber potensial bisa dicari melalui intensifikasi dan ekstensifikasi dalam hal pengawasan dan penindakan.
“PAD juga ini bisa dimaksimalkan kalau kita optimalkan, saling mendukung dengan perusahaan daerah dalam hal pelayanan publik maupun penggunaan sistem informasi yang berbasis teknologi. Karena sekarang ini, kita lihat perusahaan daerah kita juga lesu dan setoran akan mempengaruhi,” jelasnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Makassar, Irwan R Adnan mengungkapkan, tupoksi Bapenda sebagai instansi memang mengkoordinir semua potensi pendapatan daerah. Namun yang mengelola potensi pendapatan adalah perusda sehingga ia mendorong ada kerjasama yang baik dalam penyetoran pendapatan ke Bapenda.
“Semua perusda juga harus paham, karena kami juga di bapenda dibebankan soal pendapatan daerah yang disetorkan dari perusda. Jadi potensi pendapatan itu bisa baik jika perusda gesit. Namun sekarangkan masalahnya biaya operasional dan pendapatan sama lantas apa yang bisa disetorkan untuk jadi pendapatan, bagaimana kita dorong juga target PAD,” tuturnya.(ita)
